Tertahan 20 Hari di RS Malaysia Bayi TKI Asal Banda Sakti Bisa Pulang

BAYI : Sempat tertahan selama 20 hari di rumah sakit Selayang Malaysia, bayi milik TKI asal Aceh akhirnya bisa pulang, Selasa (27/8).

LHOKSEUMAWE (RA) – Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma turut merespon atas tertahannya seorang bayi selama 20 hari milik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Uteun Bayi, Kecamatan Banda Saksi, Lhokseumawe di sebuah rumah sakit Selayang Malaysia karena orangtuanya tidak sanggup melunasi tunggakan 14.000 RM atau setara Rp49 juta.

Musibah dialami Yusriadi (35), kata Haji Uma, terjadi bertubi tubi, setelah istrinya meninggal dunia saat melahirkan bayi saat menjalani operasi. Bayi malang tersebut juga harus menjalani perawatan karena sempat meminum cairan ketuban, namun berhasil diselamatkan.

Persoalan kemudian muncul, karena Yusriadi, merupakan seorang TKI yang sangat terbatas kehidupan, tidak sanggup membayar tunggakan biaya rumah sakit senilai Rp49 juta. Akibat tidak mampu melunasi, bayinya pun masih tertahan di rumah sakit lebih kurang 20 hari setelah dilahirkan.

Haji Uma mengaku sempat berbicara dengan Yusriadi menyangkut penderitaan yang dihadapinya dan biaya rumah sakit semakin hari semkin meningkan maencapai 800 RM permalam atau setara Rp2,5 juta.

Dirinya pun mencoba membantu, salah satunya dengan meminta bantuan tim BPJS Kesehatan luar negeri. “Alhamdulillah, permintaan kita direspon dengan baik, dan kemarin sore tim BPJS langsung menuju rumah sakit, setelah dilakukan verifikasi pagi ini (kemarin) bayi sudah bisa keluar rumah sakit,” terang Haji Uma.

Dari jumlah tunggakan Rp49 juta, menurut pembicaannya dengan pihak BPJS bernama Fitri. “Atas difasilitasinya, kita mungkin nanti yang harus kita bayar tunggakan berkisar lebih kurang Rp13,5 juta,” katanya.

Haji Uma juga menugaskan stafnya, Mukhtar Abdullah (Adun Jelas) untuk menjumpai keusyik Uteun Bayi dan keluarga untuk mengambil data yang dibutuhkan, kemudian menjumpai Wali Kota Lhokseumawe.

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan beliau katakan akan ikut serta nantinya untuk membantu, namun belum dirinci berapa yang bisa dibantu. Namun kita mengucapkan syukur dan terima kasih, kalaupun nantinya belum cukup, kita akan tetap berjuang mencari jalan keluar,” terang Haji Uma. (slm)