Alasan Keamanan, Bangladesh Putus Akses Komunikasi Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya / Net

Harianrakyataceh.com – Pemerintah Bangladesh mulai membatasi akses komunikasi pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Senin (2/9). Hal itu berkenaan dengan permintaan pemerintah setempat kepada operator menutup layanan telepon seluler bagi hampir satu juta pengungsi.

“Banyak pengungsi menggunakan telepon seluler di kamp-kamp. Kami telah meminta para operator untuk mengambil tindakan dengan menghentikannya dengan alasan keamanan,” ujar Jurubicara Komisi Pengaturan Telekomunikasi Bangladesh (BTRC), Zakir Hossain Khan seperti dilansir Channel News Asia.

Operator telekomunikasi setempat memiliki waktu tujuh hari untuk melakukan sosialisasi kepada para pengungsi.

Kebijakan tersebut sebelumnya sudah dilakukan pemerintah Bangladesh namun gagal. Menurut Jurubicara Kepolisian, Ikbal Hossain, pengungsi sudah menyalahgunakan akses ponsel untuk melakukan kegiatan kriminal, seperti perdagangan pil metamfetamin seniai ratusan juta dolar dari Myanmar.

Pembatasan ini juga merupakan respons atas kekerasan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di kamp pengungsian. Seorang polisi mengatakan, empat orang pengungsi Rohingya ditembak mati atas kasus pembunuhan pejabat partai berkuasa setempat, Omar Faruk.

Akibat peristiwa pembunuhan ini, ratusan penduduk Bangladesh marah dan memblokir jalan raya menuju kamp, membakar ban, hingga merusak toko yang dikunjungi oleh para pengungsi, 22 Agutus lalu.

Untuk menghindari kejadian serupa, sistem keamanan di kamp kemudian diperketat oleh pemerintah. 

EDITOR: DIKI TRIANTO