Belasan Masyarakat Curek Tolak PT Bosua Megalopoli

Belasan masyarakat Gampong Curek, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, menolak kehadiran PT Bosua Megalopolis di desa mereka. FOR RAKYAT ACEH

CALANG (RA) – Masyarakat Gampong Curek, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Minggu (1/9) lalu, melakukan aksi menolak kehadiran PT Bosua Megalopolis, karena beralasan dampak pencemaran lingkungan.

Tokoh masyarakat setempat, Bardin mengungkapkan kehadiran perusahaan tersebut dan mengembangkan lahan tersebut akan menimbulkan dampak pencemaran lingkungan di Desa Curek.

“Kami sebagai masyarakat menolak kehadiran PT Boswa Megalopoli untuk menyelamatkan kelestarian lingkungan yang ada di daerah kami,” katanya.

Hendra, warga setempat juga menambakan kehadiran perkebunan kelapa sawit juga menjadi ancaman bagi masyarakat yang berada disekitar terkait izin HGU milik perusahaan tersebut.

“Kami sangat berharap apa yang pernah terjadi tidak terulang kembali, masyarakat bawah akan menjadi korban.

Selain itu juga pembukaan lahan juga menimbulkan dampak yang serius bagi pencemaran lingkungan, maka jika pun pihak perusahaan juga nekat untuk mengunakan lahan tersebut, maka semua tuntutan masyarakat seperti beberapa persyaratan yang telah kami tawarkan harus di penuhi oleh PT Boswa Megalopoli.

Menanggapi hal tersebut, General Maneger PT Bosua Megalopolis, Ribut Suprajoyo kepada Rakyat Aceh, mengungkapkan pada dasarnya kita sudah memenuhi semua permintaan masyarakat kecuali yang poin satu, memang tidak dalam perjanjian, namun dalam menjaga sumber air akan dibaver 50 meter kiri kanan sungai.

Untuk sertifikat yang seharusnya dikeluarkan oleh pihak perusahaan sesuai dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 173 bukan 250 (KK) Kepala keluarga, untuk pemasukan desa tersebut lahan yang dikeluarkan menjadi lahan plasma sebanyak 384 itu juga sudah melebihi yang kita sepakati.

Dalam pengelolaan ini, kami tidak meninggalkan masyarakat dalam pengelolaan lahan sawit, tentu bertujuan kita kedepan untuk terus berdampingan. “Kami sudah mendapatkan informasi akan ada aksi sedemikian,” kata Ribut. (say/bai)