Aceh Jaya Siapkan Kawasan dan Pelabuhan Sambut KEK

Bupati Aceh Jaya T Irfan Tb, Besama Kepala Bank Indonesia dan Ketua Kadin Meninjau Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, Rabu (5/9).

CALANG (RA) – Bupati Aceh Jaya, Drs HT Irfan Tb, meninjau kawasan Expor Crude Palm Oil (CPO) merupakan minyak sawit mentah untuk Barat Selatan, setelah melaksanakan Workshop Invetasi di Pelabuhan Calang Kecamatan Krueng Sabee Aceh Jaya, Rabu (4/9).

Selain itu juga dilaksanakan kunjungan ke pelabuhan Calang yang saat ini mulai dilaksanakan bongkar muat tiang pancang yang akan di suplai ke Kabupaten Nagan Raya, “Aceh Jaya merupakan kawasan yang sangat strategis baik untuk industri, kelautan maupun sektor perkebunan yang masih sangat luas,” pungkas Irfan.

“Kami sangat membuka peluang bagi para investor yang ingin masuk dengan mempermudah segala dalam pengurusan izin, sebagaimana yang akan berjalan tentu merupakan expos CPO keluar negeri tentu saat ini oleh pengusaha sedang dalam pengurusan segala regulasi untuk expos.

Tentu kita sangat siap jika memang ditunjuk sebagai kawasan ekonomi khusus (kek), tentu dengan adanya bongkar muat tiang panjang serta adanya penampungan CPO untuk expor tersebut makan ini merupakan salah satu kesiapan kita baik itu dengan potensi yang telah dilaksanakan kerja sama dengan (BI) Bank Indonesia baik dalam pengembangan nilam, sereh wangi, ubi serta kopi Robusta yang telah dikenal hingga keluar negeri.

“Untuk lahan yang telah disipakan seluas, 850 hektar yang telah kami siapkan untuk jika ditunjuk sebagai kawasan KEk (kawasan Ekonomi KHusus) maupun KIK (Kawasan Industri Khusus) tentu lahan sebagaimana yang telah dijadikan syarat dikawasan Alue Bieng Kecamatan Setia Bakti telah kita siapkan.

Tentu semoga kedepan kita dapat ditunjuk sebagai kawasan maupun KEK, atau KIK tentu saat ini berbagai potensi yang ada serta fasilitas yang telah ada akan kami sampaikan kepada Pemerintah Aceh, maupun pemerintah pusat.

Sementara Ketua Kadin Aceh, Makmur Budiman Kepada Rakyat Aceh mengungkapkan, Aceh Jaya merupakan kawasan strategis iklim investasi serta dijadikan kawasan Ekonomi Khusus (Kek) maupun KIK (Kawasan Industri Khusus) tentu dengan adanya pelabuhan kompetitif dengan pelabuhan yang telah sangat siap maupun lahan yang tersedia tentu semua ada kelebihan masing-masing baik maupun surin tentu dalam pemilihan ini ketentuan nya ada di pemerintah ditinggkat satu dalam menilai.

“Tentu dalam mengundang investor sangat tergantung kepada pemerintah daerah maupun masyarakatnya yang mau menerima para investor baik maupun dalam Negeri maupun luar negeri, dengan aspek luas area dan kesiapan pelabuhan dengan jarak kedekatan dengan India, negara-negara asia tentu sangat strategis dalam menamkan investasi di daerah ini tentu agar ini dapat berjalan pemerintah harus cara kerja dabel job mampu menjemput bola para investor,” ujar Makmur.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, mengatakan, melihat potensi yang cukup besar menjadi kawasan yang mandiri dalam perekonomian Aceh secara keseluruhan yang lebih baik, terkait Kawasan Ekonomi Khusus maupun Kawasan Ekonomi Terpadu tentu memerlukan syarat dan komitmen yang kuat tentu tidak perlu dipaksakan.

Jika memang nantinya, terpilih tentu harus ada kajian lebih mendalam harus memberikan sinergi dengan seluruh daerah maupun secara keseluruhn untuk Provinsi, sehingga seluruh pemangku kepentingan maupun stack holder harus di ajak duduk bersama. (say/bai)