Pandai Besi Tradisional Butuh Perhatian

Bukhari sedang mengetuk besi menggunakan palu agar dapat di jadikan parang untuk dipasarkan kepada para petani di Gampong Reuntang Kecamatan Darul Hikmah Aceh Jaya, (9/9). Hendra Sayeung/Rakyat Aceh

CALANG (RA) – Bukhari, seorang pandai besi tradisional telah bekerja selama 40 tahun lebih dalam menghidupi keluarga dengan kerja keras sebagai profesi pandai besi digubuk yang terletak di Gampong Reuntang, Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya, Senin (9/9).

Gubuk usaha miliknya terbilang mulai reot kala ditemui Rakyat Aceh, Bukhari, pria kelahiran tahun 1964 telah bekerja sebagai pandai besi lebih dari 40 tahun. “Dalam sehari berhasil memproduksi parang sebanyak 6 unik untuk dipasarkan,” katanya.

Sementara untuk ongkos dibandrol, dari kisaran Rp60 hingga Rp70 ribu tergantung pesananan konsumen. “Hingga saat ini parang maupun golok telah dipasarkan hingga ke pusat ibukota Calang,” ujarnya.

Untuk menopang kebutuhan rumah tangga, tentu kami menerima pesanan jika memang ada yang pesanan tergantung bagaimana bentuk yang dibutuhkan oleh pemesan.

Kendati demikian, jika memang ada bantuan kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, agar untuk mempermudah dalam bekerja, sejauh ini tidak ada kendala selain Sabtu Minggu listrik kerap padam. (say/bai)