Bolos Nongkrong di Warung Kopi

Siswa SMK yang bolos dan nongkrong diwarung kopi terjaring razia saat digiring ke Mapolres Simeulue. Kamis (12/9). Ahmadi/Harian Rakyat Aceh.

Siswa SMK Terjaring Razia Polisi

SIMEULUE ( RA) – Lima siswa disalah satu SMK yang ada di Kabupaten Simeulue, terjaring Razia Operasi Bina Kusuma Lawang 2019.

Kelima siswa tersebut terjaring disalah satu warung kopi yang ada di Kota Sinabang, Kamis (12/9/2019).

“Para pelajar ini terjaring razia, mereka bolos dan nongkrong di warung kopi saat jam belajar, sekitar pukul 10:00 WIB.

Dan saat itu juga kelimanya langsung kita giring ke Mapolres Simeulue.
Kita juga temukan Barang Bukti (BB), berupa rokok, obeng serta di Handphonenya ditemukan aplikasi situs internet yang diduga film dewasa,” kata Kapolres Simeulue, AKBP Ardanto Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kabag Ops Polres Simeulue, AKP Iswahyudi, S.H., kepada sejumlah Awak Media, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskan, setelah dilakukan pembinaan singkat dan membuat surat perjanjian dan pernyataan yang turut disaksikan oleh pihak sekolah, pata siswa kemudian dikembalikan kepada pihak sekolah.

“Operasi Bina Kusuma Lawang-2019 ini, merupakan operasi terpusat dan operasi ini dengan sasaran premanisme, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkelahian antar kelompok masyarakat serta penyakit masyarakat,” katanya.?

Dalam Razia Oprasi Bina Kusuma Lawang tahun 2019, terhadap para pelajar yang bolos sekolah, Polres Simeulue melibatkan 90 personil yang dibagi dibeberapa titik dari Sat Binmas dan Sat Sabhara yang pimpin oleh Kabag Ops Polres Simeulue yang di dampingi Oleh Kasat Binmas IPTU Lukman.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, Rusmidin mengaku, dengan kegiatan Patroli Kepolisian dapat menekan pelajar untuk tidak bolos saat jam sekolah dan telah membantu mutu pendidikan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan di Pulau Simeulue.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Polres Simeulue, yang telah membantu terhadap mutu pendidikan dan bila nantinya ada siswa yang terjaring razia, dan kedapatan memiliki benda yang melawan hukum untuk diproses, maka pihak sekolah serta orang tua siswa juga harus ikut bertanggung jawab,”kata Rasmidin.(ahi/han)