Tapaktuan Kota Mungil Di Provinsi Aceh Yang Memukau

Tapaktuan Kota Mungil Di Provinsi Aceh Yang Memukau

TAPAKTUAN (RA) – Tapaktuan ibu kota Kabupaten Aceh Selatan mempunyai daya tarik spot wisata yang menarik untuk dikunjungi.Hal ini terbukti dengan menjamurnya objek wisata yang indah sehingga memikat wisatawan yang berkunjung.

Desi Lawarni Tanjung, salah satu penikmat spot wisata dari Padang Sidinpuan, Sumatera Utara, Jumat,(13/9), kepada media ini mengatakan Tapaktuan adalah suatu keunikan tersendiri bagi saya baik dari segi kultur, bahasa yang beragam, pola fikir, letak goegrafis, dan alam yang begitu indah.

awalnya saya berpandangan

bahwa Tapaktuan adalah Kabupaten yang biasa dengan alam biasa saja. Namun ketika melihat langsung ada kekuatan jiwa yang membuat saya betah tinggal disana.

Tapaktuan Kota Naga adalah simbolik yang khas daerah ini. Sebongkah berlian yang tersembunyi di balik balutan gunung dan perbukitan yang hijau, tiada yang menyangka akan apiknya daerah ini.

Hamparan laut yang mempesona bak gaun putri menari indah di pelupuk mata. Kota kecil yang tak mampu untuk dilukiskan indahnya alam Aceh Selatan. Deburan ombak menghipnotis pecinta laut, terik mentari tak mampu menutup mata untuk menyaksikan setiap tarian ombak.

Saya merasa ada keterkaitan saya dengan alam ini. Kota Naga Tapak Tuan, legenda yang bersejarah tersohor hingga mancanegara. Saya menyaksikan masyarakat hidup aman dan damai kearifan lokal yang khas serta tidak banyak tuntutan hidup yang harus di penuhi. Cukup laksanakan amalan 5 waktu dan jangan melanggar qanun yang sudah di tetapkan. Ya, Aceh memiliki istimewa ada perundang undangan tersendiri yang mengatur kemaslahatan masyarakatnya.

Qanun tersebut juga mengatur segala tindak tanduk muda mudi, pergaulan yang seperti hal kita saksikan di luar sana mungkin sangat tabuh di sini. Kehidupan yang damai tercermin dari lingkungan yang asri hingan keadaan fisik bangunan yang tidak adanya saya temukan keadan bentuk rumah yang melebihi kemegahan masjid.

Saya percaya bahwa dari itu saja Aceh luar biasa mampu menciptakan hal indah seperti itu. Pemahaman usia dini telah di berikan kepada anak anak, tentang dimana mereka tidak di berikan kebebasan untuk bergaul dengan lawan jenis yang biasa mereka saksikan ditelevisi, sosmed atau bahkan pengalaman orang diluar sana dan memang islam juga sudah melarang batasan batasan ini.

Saya memberanikan diri datang negeri serambi ini awalnya karena penasaran dengan keindahan kota ini dari seorang teman yang selalu membanggakan kota yang penuh pesona saat mendeskripsikan dengan sejuta pesona yang dimilikinya.

Rasa penasaran dengan keteguhan hati saya memberanikan diri untuk melangkah pertama kali. Namun lelah dijalan terobati setelah hidangan pembuka eloknya laut Aceh Selatan.

Saya tak mampu berkata hanya “maka nikmat tuhan yang mana lagi kamu dustakan”. Pandangan pertama membekas di hati ini saat melihat indahnya hamparan laut di pergunungan Lhok Rukam Kecamatan Tapaktuan hingga beberapa spot wisata di Kota Tapaktuan yang saya datangi.

Pesan saya melalui tulisan ini semoga Pemerintah dan masyarakat Tapaktuan bisa menjaga keasrian alam yang indah ini dengan polesan yang lebih moderen.

Dengan itu Pemerintah Daerah diharapkan dapat memperhatikan akses untuk menuju tempat wisata. seperti halnya penyediaan angkutan jalur khusus tempat wisata, penggunaan MAP, penyediaan jasa Guide Tour mungkin dibutuhkan sekali bagi pendatang baru seperti saya, bisa juga pengadaan pengenalan kebudayaan Daerah Aceh Selatan khusus nya apa yang tidak boleh dan boleh dilakukan, dan mungkin masih banyak lagi yg dapat meningkatkan taraf kearifan lokal. Saya rasa untuk merealisasikan wisata halal lebih tepat dilaksanakan di Tapaktuan banyak dapat di ekspose dengan melibatkan SDM msayarakat muda mudi masyakat Aceh Selatan.