Hujan Mulai Turun, Titik Panas Menurun

Situasi kabut asap di Kota Palangka Raya. Kini titik api mulai menurun setelah modivikasi cuaca dilangsungkan. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS )

Karhutla

Harianrakyataceh.com – Hujan akhirnya turun di Dumai, Riau, yang tengah dihembalang kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada kecenderungan menurunnya jumlah titik panas di Kalimantan dan Sumatera jika dibandingkan dengan periode awal September.

Menurut Plh Kapusdatin dan Humas Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, hujan tersebut turun di Kelurahan Batu Teritip, Dumai, yang berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir, keduanya di Riau. Intensitasnya sedang.

’’Hujan turun selama kurang lebih 30 menit,’’ kata Agus di Jakarta kemarin (19/9).

Plh Kepala Pusdatin Humas BNPB Agus Wibowo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Di Sumatera dan Kalimantan memang tengah diadakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Pesawat Hercules C-130 melakukan penyemaian awan dengan menabur 3,4 ton garam NaCl di daerah Dumai dan Rokan Hilir di Riau serta Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Sesuai dengan pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Sementara itu, pesawat CN 295 melakukan penerbangan menyemai awan pada pukul 13.30–15.45 WIB di wilayah Kabupaten Katingan, utara Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Barat. Pesawat terbang di ketinggian 8.000 kaki dan menghabiskan bahan semai 1.500 kg garam NaCl.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo mengungkapkan, pada 14 September terdeteksi 1.080 titik panas di wilayah Indonesia. Jumlah itu menurun sejak 15–17 September meskipun meningkat kembali pada 18 September.

Saat ini, kata Prabowo, sedang diupayakan peningkatan potensi hujan di daerah terjadinya karhutla. BMKG terus memonitor dan menganalisis potensi terbentuknya awan hujan untuk menjadi acuan bagi upaya TMC.

Sementara itu, mengutip kantor berita Bernama, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tidak tahu alasan Indonesia belum menjawab tawaran bantuan untuk memadamkan karhutla. Padahal, Malaysia punya peralatan lengkap water bombing.

“Saya tidak tahu kenapa (Presiden Indonesia Joko Widodo/Jokowi) belum menjawab tawaran itu. Saya belum pernah melakukan itu (menanyakannya kepada Jokowi),” katanya dalam jumpa pers di Putra Jaya kemarin (19/9).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/c19/ttg