Emak – emak Muda Serang WH

Rakyat Aceh

Tak Terima Dirazia
LANGSA (RA) – Aksi razia busana dilakukan petugas Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa di pusat pasar pajak Langsa sempat mendapat perlawanan dari emak – emak muda. Mereka tidak terima menjadi sasaran razia sehingga secara spontan menyerang petugas, Rabu (25/9).

Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM yang dikonfirmasi Rakyat Aceh, membenarkan, bahwa petugas WH sempat diserang emak – emak ketika sedang menjalankan tugas di pusat pasar pajak Langsa. Khususnya mereka yang berpakaian ketat dan tidak memakai jilbab.

Awalnya, petugas mendapat laporan dari masyarakat, bahwa di pusat pasar pajak Langsa cukup banyak perempuan berpakaian ketat dan tak berjilbab berkeliaran di pasar.

Mendapatkan laporan itu, personel WH ditugaskan ke lokasi untuk menindak. Petugas langsung bergerak ke TKP, dan langsung menggelar razia. “Cukup banyak kaum perempuan muda yang terjaring dalam razia tersebut, “ujar Ibrahim Latif.

Saat dilakukan razia, ada beberapa orang ibuk ibuk muda tidak terima dirazia, mereka mencak mencak, memaki maki petugas petugas. Mereka tidak mau identitasnya didata, juga tidak mau menanda tangani surat pernyataan, bahkan menolak saat dinaikkan ke mobil patroli WH untuk dibawa ke kantor Dinas Syari’at Islam.

“Mereka mengadakan perlawanan, mendorong dorong petugas dan nyaris terjadi kericuhan dan kontak fisik dengan petugas,” ujar Ibrahim Latif.

Namun demikian, petugas tidak terpancing emosi. Yang melanggar, terus diambil tindakan sesuai dengan ketentuan dan qanun yang berlaku. Mereka kita paksakan untuk ke mobil patroli WH untuk dilakukan proses pembinaan di kantor Dinas Syari’at Islam Kota Langsa.

Mereka tetap diminta untuk membuat surat pernyataan di atas kertas bermaterai yang menyatakan tidak mengulangi lagi perbuatannya dan wajib menghadirkan pihak keluarga mereka masing masing untuk membawa rok, pakaian yang longgar dan jilbab dan turut juga membubuhi tanda tangan sebagai saksi di surat pernyataan tersebut. Lebih kurang ada 18 orang perempuan terjaring razia. (ris/slm)