BNNP Aceh Tindak Tegas Bandar Narkoba di Bener Meriah

Banda Aceh (RA)-  Senin tanggal 30-9-2019, telah terjadi penangkapan DPO Direktorat Interdiksi BNN RI *An. Ridwan Ilyas Jamil* yang merupakan pelaku penyelundupan sab dari Aceh ke pelabuhan merak dengan menggunakan Truk, kemudian setelah dibongkar seluruh muatan truk tersebut, pada Rabu 22 Mei 2019, TIM berhasil menemukan 35 bungkus shabu di dinding bak belakang truk tersebut dengan berat 36,473 Kg.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH saat melakukan Konferensi Pers Terkait Dilumpuhkannya Bandar Narkoba yang merupakan DPO Direktorat Interdiksi BNN RI dengan Timah Panas.

Faisal menjelaskan saat pengungkapan penyelundupan di pelabuhan merak, Satu orang tersangka sebagai supir bernama MUAZIR berhasil diamankan, sedangkan satu orang adalah saksi dari kasus tersebut yang berprofesi sebagai kenek.

Dari pengakuan MUAZIR dia dapat shabu dari RISKI atas perintah RIDWAN (DPO). Dari keterangan tersebut TIM Interdiksi BNN RI kerjasama dengan BNNK Langsa dan kemudian menangkap RISKI ARIANANDA di Dusun Tanjung Putus Kel. Gampong Jawa, Kec. Langsa, Kota Langsa- Aceh. Sambung Faisal.

Dihadapan awak media, lebih lanjut, Brigjend Pol Faisal AN menjelaskan, dengan status DPO Ridwan terus di Buru oleh Tim BNNP Aceh, BNNK Langsa, dan Polda Aceh, hingga tepat pada hari Senin 30 September 2019 BNNP Aceh bersama BNNK Langsa, BNNK Bireuen, SatRes Narkoba Polda Aceh dan Polres Bener Meriah mendapatkan informasi bahwa tersangka DPO RIDWAN berada di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Saat di lakukan penyelidikan, benar adanya tersangka bersembunyi disana.

Kemudian Tim Gabungan melakukan RPE pada hari yang sama pukul 12.02 WIB. Setelah ditemukan Saat di lakukan penangkapan tersangka berusaha kabur dengan menggunakan sepeda motor, melihat hal tersebut kemudian Tim melakukan tembakan peringatan terhadap tersangka, namun Tersangka tidak mengindahkannya. Lalu Tim melakukan tindakan tegas terukur sehingga tersangka dapat dilumpuhkan dengan timah panas. Jelas Kepala BNNP Aceh ini.

Setelah itu, lanjut Faisal, Tersangka dibawa ke RS Kabupaten Bireuen untuk diberikan upaya pertolongan medis oleh Tim, kemudian saat di perjalanan menuju RS, tersangka meninggal dunia. Brigjen Pol Faisal.

“Setelah kita ketahui tersangka meninggal baru kita bawa ke RS Bhayangkara Polda Aceh guna di lakukan visum” katanya.

Jenderal Polisi Bintang Satu ini menegaskan, pengembangan dari kasus ini terus kita lakukan, dan upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba di tanah Aceh, tidak akan pernah kendor. “Ini demi generasi kita” Imbuh Brigjen Pol Faisal AN yang turut didampingi Kabag Umum Agussalim, Kabid Pemberantasan, Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh dan Kepala BNN Kota Banda Aceh.

#stopnarkoba
#humasbnnpaceh