Hilang Saat Memancing, Nelayan Ditemukan

Jasad Hasman, nelayan tradisional yang ditemukan mengapung tak bernyawa dan sedang dievakuasi warga dan SAR, Rabu ( 2/10). Ahmadi/Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Hasmal (65), nelayan asal Desa Latak Ayah, Kecamatan Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue, ditemukan mengapung tak bernyawa, di perairan laut setempat, sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (2/10).

Hasman diketahui turun memancing sejak pagi hari dinyatakan hilang, setelah dua orang nelayan warga desa setempat yang juga hendak pulang dari memancing dan melintas di lokasi tersebut, melaporkan merasa curiga menghampiri dan memeriksa perahu tanpa penumpang, sekitar pukul 14.30 WIB, pada Selasa (1/10).

Di dalam perahu tanpa mesin itu, ditemukan ikan dan jaket, setelah ditunggu beberapa saat, pemilik tidak kunjung muncul, dan kedua nelayan itu akhirnya melaporkan kepada Kepala Desa Latak Ayah, Ikhsan.

Selanjutnya, pihak Pemerintah Desa Latak Ayah, dibantu Panglima Laot, pemuda dan warga, melakukan operasi pencarian dan penyisiran pantai, hingga menjelang malam hari, serta dilaporkan kepada SAR Simeulue.

Hari kedua, Rabu (2/10) kembali dilakukan operasi pencarian dengan melibatkan 14 unit perahu nelayan, dibantu puluhan warga, Basarnas, Satgas SAR, TNI, Polri, BPBD dan Panglima Laut setempat, menyisir lautan lokasi tempat memancing Hasman.

Sekitar pukul 11.00 WIB, akhirnya jasad Hasman ditemukan mengapung tak bernyawa, sekitar 1 mil laut dari lokasinya memancing, dan langsung dievakusi kemudian divisum di Pukesmas Simeulue Cut. Dan atas permintaan pihak keluarga, almarhum dikebumikan di pemakaman umum desa setempat.

“Warga saya sudah ditemukan dan sudah meninggal, dia hilang setelah dilaporkan langsung kepada saya oleh dua orang nelayan lainnya yang melintas di lokasi tempat memancing almarhum, sejak kemarin kami cari hingga hari ini, setelah ditemukan langsung divisum dan hari ini almarhum telah kita kebumikan,” kata Kades Latak Ayah,
Ikhsan.

Menurutnya, diketahui almarhum memiliki riwayat penyakit hipertensi dan sedang dalam kondisi kurang sehat, namun karena faktor kebutuhan ekonomi keluarganya, ayah dari 6 orang anak itu, tetap melaut dengan kesampingkan penyakit yang dialaminya.
“Harapan kita, Pemerintah Kabupaten Simeulue, dapat menaruh perhatian kepada keluarga nelayan yang ditanggalkan almarhum,” ujarnya.

Sementara Kepala BPBD Simeulue, Ir Ali Hasmi, menghimbau kepada para nelayan untuk tidak memaksakan diri beraktifitas di laut apabila kondisi fisiknya tidak stablil.

Dan setiap turun ke laut harus dipersiapkan alat-alat keselamatan dan juga tetap waspada cuaca ekstrim.

“Benar, ada nelayan yang hilang dan jasadnya telah ditemukan, kita minta nelayan harus mempersiapkan secara matang untuk kesiapan alat-alat keselamatan saat hendak beraktifitas di laut, serta tetap waspada dengan kondisi cuaca, sebab bila lalai akan merugikan dirinya sendiri,” tutupnya. (ahi/han)