Pohon Bajakah Tumbuh di Hutan Simeulue

Warga memproses pengambilan pohon Bajakah, dalam bahasa lokal pohon bahayi yang ada yang tumbuh di hutan pulau Simeulue, Senin (7/10). Ahmadi/Harian Rakyat Aceh

Diklaim Mampu Sembuhkan Penyakit Kanker
SIMEULUE (RA) – Pohon Bajakah diklaim dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kanker, dan hanya ada di hutan Kalimantan Tengah, ternyata juga tumbuh subur di hutan Pulau Simeulue.

Pohon Bajakah atau dalam bahasa lokal warga Simeulue, disebut pohon “Bahayi”, tumbuh dan hidup subur secara liar di hutan pegunungan dan telah lama dikenal warga setempat di 10 Kecamatan, dan bahkan menjadi salah satu pohon yang dianggap mengganggu lahan perkebunan.

Pohon Bajakah atau pohon Bahayi itu, diketahui dan diklaim memiliki khasiat dapat menyembuhkan penyakit kanker itu, tersebar dan diposting melalui dunia maya media sosial, maupun informasi melalui media online maupun media visual, sehingga ada warga Simeulue yang telah menggunakan pohon itu, sebagai obat kanker.

Untuk mempastikan pohon Bajakah itu tumbuh subur di pulau Simeulue, Samsuar (48) warga Desa Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur, mempelajari dari berbagai sumber dan melakukan konsultasi langsung ke Kalimantan Tengah asal pohon yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit kanker, pada pertengahan September 2019.

Hasil konsultasi dan ciri-ciri pohon Bajakah yang ada di pulau Kalimantan itu, ternyata sama dengan pohon Bajakah yang tumbuh di pulau Simeulue.

“Setelah saya pelajari dari berbagai sumber berita dan vidio yang ada di internet, pohon Bajakah atau dalama bahasa daerah kita disebut Bahayi, lalu saya konsultasi ke Kalimantan Tengah dan sesuai dengan ada tumbuh dihutan Simeulue”, kata Samsuar kepada Harian Rakyat Aceh, Senin (7/10).

Dari hasil konsultasi dengan ada kesamaan ciri-ciri pohon Bajakah Simeulue dan Bajakah Kalimantan, sehingga digunakan Nuraini (52) salah seorang pasien kanker paru, warga Desa Sukajaya Kecamatan Simeulue Timur, setelah mengkonsumsi perasan air dari pohon Bajakah itu, telah merasakan ada perubahan pada penyakit yang dideritanya.

“Hasil analisa dokter, bahwa isteri saya mengidap penyakit kanker paru stadium akhir, namun saya tetap berusaha untuk mencari obat termasuk obat dari perasan pohon Bajakah, setelah satu minggu minum perasan pohon Bajakah dan alhamdulillah atas izin Allah, isteri saya mengalami perubahan serta ada keringanan rasa sakitnya”, kata Budikari (54) suami Nuraini kepada Harian Rakyat Aceh, Senin (7/10).

Masih menurut Budikari, akan kembali membawa isterinya ke dokter untuk pengchekan rutin dan mempastikan kondisi penyakit isterinya pasca rutin mengkonsumsi obat yang bersumber dari perasan pohon Bajakah, sehingga nantinya akan diketahui, bila nantinya positif ada perubahan maka akan dilanjutkan untuk pengobatan tersebut.

Pohon Bajakah itu banyak tumbuh dan ditemukan di hutan pulau Simeulue dan dengan fisik tidak keras serta tidak tumbuh seperti pohon biasa, persis seperti tumbuhan akar menjalar hingga ratusan meters kesejumlah arah kemudian menopang dan bersandar hidup diatas pohon-pohon besar lainnya, saat dipotong mengeluarkan air dalam batangnya.

Batang pohon Bajakah itu, setelah dibersihkan lalu dipotong kecil-kecil, kemudian dijemur hingga kering dan bila digunakan sebagai obat, potongan batang Bajakah itu di rebus, selanjutnya air hasil rebusan tersebut untuk diminum oleh pasien yang mengidap penyakit kanker. (ahi/han)