Tarian Ratoh Duek Mendunia, India Terpukau dengan Keindahannya

Cut Dinda Gestri Febrina Master of Art di Aligarh Muslim University Langsung dari Negeri Bollywood

Oleh :
Cut Dinda Gestri Febrina Master of Art di Aligarh Muslim University, Langsung dari Negeri Bollywood.

Cut Dinda Gestri Febrina yang akrab di sapa Dinda ini gadis kelahiran 08 oktober 1995 asal kota Lhokseumawe melanjutkan study master jurusan English Language Teaching di Aligarh Muslim University India pada tahun 2017 dan telah menyelesaikan study di tahun 2019 dalam kurun waktu 1 tahun 9 bulan saja dengan predikat cumlaude atau terpuji dengan IPK 3,62.

Terlahir dari keluarga yang sederhana membuat dara Lhokseumawe ini memiliki tekat kuat dalam menyelesaikan study, baik mengikuti kegiatan kampus ataupun kegiatan diluar kampus.

Selain belajar, dinda pun mengembangkan bakat yang dimilikinya yaitu menari dan menjadi ketua sanggar di persatuan pelajar Indonesia di India Komisariat Aligarh.

“Dari kecil menonton India membuat saya banyak tahu tentang bahasa, kebudayaan, dan tarian india. Membuat saya tertarik untuk menampilkan tarian Ratoh Jaroe asal Aceh di India.

Dengan gerakan keseragaman, tepukan serentak, serta suara musik dan penyanyi yang pas pasti tarian ini akan mengalihkan mata sang penikmat,” katanya.

Di tahun 2017 saya mulai mengajari 14 orang mahasiswa di Aligarh yang berasal dari daerah yang berbeda beda, tak patah semangat dan giat, Alhamdulillah dalam kurun waktu 2 bulan kami semua telah lancar dan siap tampil.

Wonderful Indonesia Event adalah event pertama untuk menunjukkan pada dunia terutama india keindahan dari pada tarian Ratoh Duek tersebut.

Lagu demi lagu, gerakan demi gerakan, teriakan demi teriakan, membuat seluruh mata penonton tak berkedip dan terkagum kagum dengan penampilan kami.

Rektor Aligarh Muslim University, seluruh dosen dan mahasiswa beserta Dubes Indonesia di India dan seluruh diplomat dan staf KBRI New Delhi menjadi saksi bukti betapa gemparnya panggung dengan tarian kami.

Wonderful Indonesia Event adalah batu loncatan untuk kami para pelajar untuk menjadi group yang eksis ke arah yang positif Tanpa kami sadari tarian kami menjadi terkenal dengan sendirinya, bahkan teman India saya pun meminta saya untuk mengajarinya.

Dan dengan senang hati saya mengajari serta mempromosikan keindahan Aceh.

Undangan demi undangan kami dapatkan untuk suguhan sesuatu yang berbeda dari tarian yang sering mendapat julukan The Thousand of Hand.

Banyak pengalaman dan prestasi yang telah kami raih, yaitu berbagai penghargaan di cultural event di kampus, undangan resepsi diplomat di KBRI New Delhi, perform di acara conference international, bahkan mengikuti lomba international di Ghaziabad, India pada awal 2019 Yang bertajuk the Global Female Traditional Dance and Carnival.

Indonesia membawakan 2 tarian, yaitu Ratoh Duek dan Gemu Famire. 2 tarian tersebut menghantarkan nama Indonesia menjadi juara 2 dan mengalahkan 8 peserta international lainnya yaitu India, Ceko, Bulgaria, Estoniaa, Thailand, Bangladesh, Srilangka, Mesir.

Dengan meraih juara 2 tingkat International membuat saya merasa bangga menjadi pelatih serta penari di ajang tersebut, sungguh impian saya membuat tarian khas Aceh mendunia sudah terwujudkan.

Dan Ratoh Duek pun sudah menjadi tarian wajib yang harus di tampilkan di event-event tertentu di India.

Dan dalam waktu dekat ini kami telah mendapatkan undangan dari salah satu kampus terkenal di New Delhi yaitu Amity University.

“InsyaAllah tarian Ratoh Duek mendapat tempat yang baik di hati para penonton, dan kelak banyak turis dan wisatawan yang langsung datang ke Aceh untuk belajar langsung tarian tersebut atau untuk menikmati keindahan Alam dan pariwisata di Aceh,” ujar wanita ini.

Yang terakhir pesan untuk para pembaca sekalian, janganlah takut bermimpi karena ketika kamu bersungguh sungguh pasti kamu akan mendapatkannya.

Dan jangan malu karena kamu berasal dari pesisir barat Indonesia. Aceh itu hebat sehebat tekatku untuk membesarkan nama provinsi ku.
Salam Aneuk Nanggroe.. (*)