Terjaring, Puluhan Pelajar Bolos Sekolah

TERJARING: Pelajar yang bolos sekolah berhasil dijaring oleh petugas Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Kamis (10/10).

LHOKSEUMAWE (RA)- Puluhan siswa-siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terjaring razia petugas Satpol PP dan WH Lhokeumawe, Kamis (10/10).

Para pelajar itu bolos sekolah dan ditemukan dua lokasi terpisah, yakni di pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, dan di warung kopi kawasan Buket Indah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Kepala Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Dr Muhammad Irsyadi, mengatakan, awalnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat jika dikawasan tersebut sering nongkrong siswa saat jam belajar sekolah.

Kemudian, petugas langsung bergerak kelokasi dan akhirnya ditemukan para pelajar yang bolos sekolah tersebut. Bahkan banyak juga diantara siswa yang berhasil melarikan diri ketika melihat petugas Satpol PP tiba dilokasi. Namun, tidak dilakukan pengejaran untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalulintas.

“Ada 11 pelajar yang kita amankan ke kantor, yakni 10 laki-laki dan 1 wanita. Tak lama kemudian, datang 5 orang pelajar lagi untuk menyerahkan diri, karena saat penangkapan mereka kabur. Kebetulan tas dan sepeda motor tidak berhasil dibawa,”ungkap Kepala Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Dr Muhammad Irsyadi, kepada Rakyat Aceh, Kamis (10/10).

Kata dia, para siswa itu berasal dari sekolah yang berbeda, yakni ada dari SMAN 1 Dewantara, SMKN 1 Lhokseumawe, SMKN 7 Lhokseumawe, SMKN 4 Lhokeumawe, SMAN 5 Lhokseumawe, SMKN 3 Lhokseumawe, SMAN 7 Lhokseumawe dan SMAN 1 Lhokseumawe.

“Jadi tindakan yang kita lakukan hanya sebatas pembinaan agar mereka mau belajar dan tidak bolos sekolah lagi,”ujarnya. Namun, sebelum mereka dibebaskan terlebih dahulu dipanggil orang tua siswa dan guru untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. (arm/msi)