kegiatan pembuatan Biopori di Anjungnan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Anjungan Aceh TMII Jadi Pelopor Biopori

JAKARTA (RA)– Guna mendukung cadangan resapan air, Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bersama Manajemen TMII membuat lubang Biopori di areal terbuka TMII.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, S.STP, M.Si mengatakan, lubang Biopori tersebut akan berfungsi untuk mencegah kerusakan tanah akibat hilangnya unsur hara dan bahan organik tanah akibat dari berkembangnya akar pohon besar.

“Lubang Biopori ini juga menjadi penetralisir senyawa racun tanaman. Selain itu, juga mencegah hilangnya top soil dan subsoil tanah, erosi serta meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air,” ujarnya, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Almuniza mengatakan, lubang resapan biopori dinilai penting untuk keseimbangan alam dan cadangan air di dalam tanah yang semakin hari semakin menakutkan. Oleh karena itu, BPPA mendukung penuh upaya tersebut.

Sementara, Ka. Subbid Promosi dan Pameran/Pimpinan Anjungan Aceh TMII Jakarta, Cut Putri Alyanur mengatakan, lubang saluran resapan biopori selesai dikerjakan secara gotong royong bersama tim Anjungan Aceh TMII bersama Manajemen TMII.

“Selanjutnya kita terus akan mengupayakan untuk menjaga agar lubang resapan bisa menjadi lubang persiapan untuk cadangan ketersedian kompos yang telah terdekomposisi dari saluran biopori,” jelasnya.

Cut Putri menjelaskan, pihaknya bangga karena dipercaya menjadi pelopor pembuatan Biopori di lokasi Anjungan Daerah TMII Se-Indonesia. Dengan adanya Biopori tersebut, kata dia, artinya semua pihak berwajib menjaga tanah dan air, untuk menjaga kelestarian bumi.

Keterangan Foto: Tim Teknis Tata Lingkungan dari TMII dibantu Petugas Tata Lingkungan Anjungan Daerah Se-Indonesia saat membuat lubang Biopori di halaman taman Anjungan Aceh, Jumat, 11 Oktober 2019.