Amir, Figur Entrepreneursip Bagi Pembisnis Pemula

Amir Amirudin memperoleh Piagam dari STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh.
Meulaboh (RA) – Sebanyak 164 mahasiswa baru STAIN Tengku Dirundeng, memperoleh bimbingan kewirausahaan dari pengusaha muda sukses asal Pantai Barat Aceh, Amir Amiruddin, Direktur PT. Sari Internasional Group (SIG), Sabtu (12/10) di Meulaboh.
Motivasinya, Amir memaparkan mahasiswa harus mampu berfikir cerdas setiap saat, baik dalam kondisi tertekan maupun dalam keadaan kejayaan. Sehingga apapun yang dilakukan dapat terkontrol dan berjalan sesuai rencana yang matang.
Sebagai mahasiswa, Amir mengharapkan kaum intelektual ini harus dapat mengembangkan seluruh potensi yang ada disekitar mereka agar dikembangkan menjadi produk memiliki nilai jual. “Mulai dahulu apa yang ada disekitar kita. Kemas seluruh potensi itu agar menjadi produk bernilai jual tinggi,” pintanya.
Sebagai mahasiswa, Amir menuturkan, tentu posisi mereka bukan sebagai pekerja, malainkan hanya seorang pemikir. Tapi tetap selalu fokus pada kemasan produk dan pasar. “Siapa bilang berbisnis itu perlu modal banyak. Tidak, hanya perlu menguasai trik marketing dan mencari mitra sesuai produk yang ingin dipasarkan,” urainya.
Setiap produk yang memiliki nilai jual, mampu memikat setiap investor tertentu menanamkan modalnya. Karena bisnis tersebut berkaitan dengan usaha yang dikembangkan. “Tinggal bagaimana kita mampu meyakinkan (paparkan) kepada investor (toke) tersebut, tentang kuantitas dan kualitas bahan baku yang tersedia,” detil Amir.
Jika pola pikir kewirausahaan telah tertanam bagi mahasiswa, Amir optimis, usai lulus sarjana, mereka akan lebih condong untuk mengelola seluruh potensi sumber daya yang ada, ketimbang menjadi pekerja di perusahaan orang lain atau mendaftarkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sebagai contoh, sambung Amir, ia menekuni bisnis usaha tambak udang. Kegiatan ini dilirik lantaran Aceh Barat sangat luas dengan lahan tidur ditepian pantai. “Lahan tidur di tepi pantai itu, saya kemas menjadi tambak udang intensif. Prospeknya sangat bagus,” tuturnya.
Ia menjelaskan, saat memulai bisnis tambak udang intensif, tentu terlebih dahulu harus mencari referensi yang matang, sehingga risiko gagal sangat kecil. “Saya pelajari pasarnya, saya cari mitra agar mendapat dukungan tim ahli terlatih. Timbal balik atau keuntungan bagi mitra, kita harus memesan produk darinya (pakan). Tidak apa-apa karena itulah namanya berbisnis dan saling menguntungkan satu sama lain,” detilnya.
Diskusi entrepreneursip tersebut, sengaja diadakan STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh, bagi mahasiswa  jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, agar paham memulai sebuah kewirausahaan.
Bertema ‘meet and greet’, demi merajut silaturahmi menyatukan harmonisasi kampus.(den)
Baca Juga...  Brimob Polda Aceh Gandeng LDII Gelar Vaksinasi COVID-19