Belum Berdampak Signifikan, Dana Otsus Papua Dievaluasi

ILUSTRASI PAPUA: Presiden Jokowi bakal mengevaluasi Dana Otonomi khusus Papua. Kebijakan itu melihat dari hasil dari dana otsus belum memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat Papua. (Dery Ridwansah/JawaPos.com )

Harianrakyataceh.com – Sistem dana otonomi khusus (otsus) Papua dinilai memiliki sejumlah kelemahan. Karena itu, rencana pemerintah mengevaluasi total tata kelola dana otsus memang mendesak untuk dilakukan.

Presiden Institut Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan menyatakan, keputusan untuk mengevaluasi dana otsus Papua sangat tepat. Sebab, setelah hampir Rp 100 triliun dana digelontorkan pemerintah sejak 2001, manfaatnya belum sepenuhnya dapat dirasakan. ”Belum mampu membuat kemiskinan turun signifikan. Pendidikan di Papua belum meningkat, kesejahteraan, dan sebagainya,” ujarnya kemarin (12/10).

Kepastian mengevaluasi total dana otsus disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menerima kunjungan siswa-siswi Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). Jokowi menuturkan, dana otsus memberikan manfaat bagi tanah Papua. Namun, pelaksanaannya perlu dievaluasi agar lebih tepat sasaran.

”Akan ada evaluasi total dan ada koreksi-koreksi selama perjalanan ini. Apa yang masih bisa diperbaiki, yang mana kita perbaiki, akan kita evaluasi,” ujar presiden.

Djohermansyah mengatakan, sistem dana otsus yang berjalan selama ini memiliki banyak kekurangan. Mulai tidak adanya perencanaan penggunaan, monitoring yang lemah, hingga evaluasi yang tidak berjalan. Imbasnya, penggunaannya sulit terkontrol.

Jika evaluasi dilakukan, jelas Djohermansyah, kelemahan-kelemahan tersebut harus ditambal. Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri itu mengusulkan, jika dana otsus dilanjutkan, harus ada perencanaan yang jelas yang disusun pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (pemda). ”Misalnya, 20 tahun diberikan itu untuk apa saja. Di-breakdown per lima tahun target-targetnya,” imbuh dia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/c9/fal