Kanwil Kemenkumham Pecat Sipir Pemasok Sabu

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Ham provinsi Aceh Lilik Sujandi

Quote
“Sekalian saya sampaikan, kami terbuka untuk membantu pemeriksaan lebih lanjut yang menyangkut personil maupun narapidana. tentu sejauh ini jumlah yang didapatkan tidak sendiri, yang jelas tugas kami terbuka untuk pemeriksaan lebih lanjut“

BANDA ACEH (RA) – Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Ham, Lilik Sujandi mengaku kesal atas ulah oknum sipir kelas ll B di Langsa yang ditangkap BNN atas kepemilikan narkoba jenis sabu sebanyak 20,5 kilogram beberapa waktu lalu.

Lilik menegaskan, akan menyerahkan sepenuhnya kepada BNN provinsi atau BNNK Langsa mana kala ada pemeriksaan lebih lanjut dan akan memberikan sanksi tegas kepada setiap sipir lapas rutan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Kami segera menghentikan yang bersangkutan, hingga mendapatkan, keputusan dari hakim yang inkrah akan kita lakukan pemecatan,“ kata Lilik kepada sejumlah wartawan di Kanwil Kemenkumham Aceh di Banda Aceh, Senin (14/10)

LiLik menjelaskan, sebelumnya penangkapan bersangkuat terjadi di rumah pelaku bersama isterinya. BNN berhasil menyita barang bukti sabu-sabu 20 kg di rumah yang bersangkutan, sementara sisanya diketahui telah diedarkan ke sejumlah daerah.

“Sekalian saya sampaikan, kami terbuka untuk membantu pemeriksaan lebih lanjut yang menyangkut personil maupun narapidana. tentu sejauh ini jumlah yang didapatkan tidak sendiri, yang jelas tugas kami terbuka untuk pemeriksaan lebih lanjut, “tuturnya.

Lilik menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir jika ada pegawai yang terlibat kasus narkoba. BNN bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan juga tengah menelusuri lebih lanjut jaringan penyelundupan narkoba tersebut.

“Sesuai UU Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai yang berada dalam proses pemeriksaan dan penahanan atas tindakan pidana, harus diberhentikan sementara.

Apabila pengadilan telah menetapkan putusan bersalah terhadapnya, ia akan segera diberhentikan,” kata Lilik.

Baca Juga...  Rumah Warga Kota Bogor dan Tempat Usaha Rusak Akibat Angin Kencang

Seperti diketahui, pada Jumat 11 oktober 2019 lalu, BNN berhasil mengungkap penyelundupan sabu-sabu 40 kg yang dilakoni DU bersama isterinya.

BNN berhasil menyita barang bukti sabu-sabu 20 kg di rumah yang bersangkutan, sementara sisanya diketahui telah diedarkan ke sejumlah daerah.

Sebelumnya, DU pernah tercatat sebagai pegawai pemerintah daerah (Pemda). Melalui serangkaian tes urin pada tahun 2018 lalu, dia terbukti positif narkoba.

“Ia lalu dibina di Kanwil. Setelah pulih, DU ditugaskan di Lapas Langsa, sejak Februari 2019, namun setelah ditangkap kali ini, yang bersangkutan diberhentikan dari tugas dinas tersebut,” sebutnya. (mag-82/min)