700 Balita Langsa Alami Stunting

Rakyat Aceh

LANGSA (RA)- Lebih kurang 700 orang anak usia balita dengan batas umur 1000 hari di Kota Langsa, terdata mengidap stunting (pertumbuhan lambat). Data ini berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan dinas kesehatan.

“700 lebih anak-anak balita usia dibawah 1000 hari atau 2.5 tahun di Kota Langsa terdata mengidap stunting atau kerdil karena pertumbuhan lambat.

Penyebabnya banyak faktor, terutama masalah asupan gizi yang tidak seimbang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Langsa dr. Herman kepada Rakyat Aceh, Selasa (15/10).

Dijelaskan, penyebab terjadinya stunting atau kekerdilan tubuh pada bayi dibawah 1000 hari ini disebabkan karena asupan gizi calon pengantin perempuan saat masih remaja tidak seimbang. Hal ini bisa dikarenakan pola makan yang tidak sehat atau program diet ketat yang dilakukan tanpa pengawasan atau panduan tepat.

Lanjutnya, selain itu juga faktor diare yang dialami oleh anak saat bayi, kondisi lingkungan tinggal yang tidak sehat, serta ketidak mampuan ekonomi untuk memenuhi gizi seimbang. Sehingga, beberapa faktor itu menyebabkan pertumbuhan tubuh anak tidak stabil dan menjadikannya stunting.

“Upaya pencegahan yang telah kita lakukan untuk pengembangan kekurangan gizi adalah pemberian FE atau obat tambah darah dan asam folat bagi remaja putri sejak dini. Selain itu kita juga membangun koordinasi dengan dinas terkait untuk perbaikan sanitasi, serta ajakan pemberian asi eksklusif dan asupan gizi seimbang lewat sosialisasi,” demikian Herman. (dai/slm)