Gelar DAD, IMM Aceh Selatan Tanamkan Kader Intelektual dan kritis

Gelar DAD, IMM Aceh Selatan Tanamkan Kader Intelektual dan kritis

TAPAKTUAN  – Intelektual dan kritis itulah yang ditanamkan dan ditekankan pada masing-masing peserta Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Selatan.

Pembukaan acara secara seremoni diselenggarakan pada Jumat, (18/10) sore di Aula Kopendas, Desa Jilatang, Kecamatan Samadua, dengan mengusung tema “terbentuk kader yang islami, inteletual dan kritis berloyalitas kepada ikatan”. Program perkaderan IMM Asel ini diikuti oleh 20 peserta bersal dari 3 perguruan tinggi yang ada di Aceh Selatan.

Ketua Panitia Darul Arqam Dasar, Immawan Zulfandi mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tri kompetensi dasar IMM, yang merupakan bekal utama setiap kader agar menjadi kader Intelektual dan kritis.

“Nantinya program perkaderan ini diharapkan menjadi cikal bakal membentuk Pimpinan Cabang baru di Aceh Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Aceh Akmalul Ridha yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, sebagai sesama kader patut untuk saling menjaga dalam berdakwah, guna mewujudkan kader yang regelius dan humanis.

Akmalul menambahkan kader progresif ialah kader yang mempunyai kemajuan berfikir dan bertindak dalam setiap langkah gerak dan menyerukan dakwahnya. Sebagaimana sejalan dengan apa yang diserukan dakwah Muhammadiyah pada hasil Muktamar-47 yaitu “Islam Berkemajuan”.

“Bedanya IMM dengan kader lainnya yaitu, IMM memiliki religiusitas, intlektual, dan humanitas. Ketiga hal tersebut yang tidak boleh dikesampingkan oleh kader IMM,” tutup Akmalul

Senada dengan itu Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Selatan, Fathayatul Ahmad menekankan kepada para kader – kader IMM harua cerdas dalam menyikapi dinamika politik di era post-truth atau eranya hoax ini.

” Kader IMM jangan terbawa arus polarisasi politik yang dihembuskan oleh para elit politik. Kita boleh kritis tetapi harus mengedepankan objektivitas dan intelektual serta tidak terpengaruh dengan gerakan – gerakan diluar IMM termasuk didalamnya paham radikalisme dan terorisme,” tungkasnya.

Baca Juga...  GAP Umuslim Bireuen Serahkan Bibir Pohon Kepada Korban Banjir

Oleh sebab itu sambungnya, kegiatan Darul Arqom Dasar (DAD) (IMM) Aceh Selatan ini jadikanlah sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menempah diri, daya kritis dan merawat loyalitas untuk ikatan dan persyerikatan.

“ikutilah kegiatan ini dengan serius hingga selesai. Mudah – mudahan kegiatan DAD perdana ini penciptaan kader yang tangguh dalam menentang zaman yang kian maju sehingga kader IMM bisa mengamalkannya ditengah-tengah masyarakat.” tutupnya. (Yat)