PASKA Latih 40 Perempuan Korban Konflik

Rakyat Aceh

MEUREUDU (RA) – Lembanga Pengembangan Aktivitas Sosial (PASKA) melatih sebanyak 40 orang perempuan korban konflik di Kabupaten Pidie Jaya. Pelatihan itu dilakukan sebagai upaya penguatan korban dalam upaya advokasi diri terkait hak ekonomi, sosial dan budaya atau ekosob.

Kegiatan pelatihan dilakukan selama dua hari sejak 16 hingga 17 Oktober 2019 lalu, yang berpusat di Gampong Tampui, Kecamatan Trienggadeng. Para perempuan korban konflik dalam pelatihan itu dibekali pemahaman tentang hak hidup yang dijamin undang-undang.

” Perempuan-perempuan korban konflik kami bekali pemahaman hak-hak pokok hidup yang sebagai HAM yang dijamin UU untuk dapat diadvokasi ke pemerintah,” ujar Koordinator PASKA Aceh, Faridah Ariani, Minggu (20/10).

Ke 40 perempuan korban konflik asal Pidie Jaya tersebut teegabung dalam kelompok Peu Puleh Hate, Kecamatan Trienggadeng.

Selain di Kabupaten Pidie Jaya, pelatihan yang sama juga dilakukan di Kabupaten Pidie dengan jumlah yang sama yaitu 40 orang. Berpusat di Gampong Cot, Kecamatan Tiro. Pelatihan dilakukan pada 18 hingga 19 Oktober 2019.

Baik perempuan korban konflik di Pidie dan Pidie Jaya, mereka semua ditanam tentang materi Hak Asasi Manusia yang dijamin UU dan mesti diperjuangkan oleh pribadi warga negara maupun oleh lembaga-lembaga pemerhati kepada negara dan pemerintah. Materi-materi tersebut menyangkut dengan hak Ekosob setiap warga negara.

Dengan pelatihan ini para korban konflik ini akan memahami secara utuh hak-hak yang melekat pada dirinya untuk selanjutnya dapat mengadvokasi diri atau diperjuangkan kepada pemerintah. (san/slm)

Baca Juga...  Pastikan Hukum Kasus SPPD Dewan Simeulue