Bidang pertanian dan pertenakan Kabupaten Bener Meriah menyuntik vaksin anjing peliharaan warga Karang Rejo, Kecamatan Bukit beberpa waktu lalu.

REDELONG (RA) – Ribuan anjing liar yang tersebar di Kabupaten Bener Meriah, berpotensi terjangkit rabies.

Sehingga sangat membahayakan kerena ribuan anjing tersebut tidak dapat dilakukan menyuntikan vaksin.

“Kita kesulitan menangani anjing-ajing liar di Kabupaten Bener Meriah sebab, belum tersedianya qanun yang mendukung untuk dilakukan pemberatasan.

Saat ini di lapangan jika kita lakukan pembunuhan anjing tersebut dibilang ajing pemburu, sementara jika anjing tersebut mengigit warga, baru dibilang anjing liar yang tidak punya pemilik,” kata Kabid Perternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah, drh Ismail Harun, kepada Rakyat Aceh, Minggu (20/10).

Pihaknya tidak dapat melakukan eksekusi atau penyuntikan vaksin terhadap anjing liar sebab, jika anjing tersebut mati, warga komplin dan menyampaikan ajing tersebut anjing buru yang harganya setara dengan satu kerbau.

Menurutnya, Kabupaten Bener Meriah tidak dapat bebas dari rabies sebab, ajing liar saat ini mencapai 50 persen dari jumlah anjing peliharaan yang ada.

”Jumlah anjing peliharaan di Bener Meriah mencapait 3000 ekor dan kami hanya melakukan pendataan melalui suntik vaksin massal, tapi yang tidak dilakukan suntik vaksin luput dari pendataan,” sebutnya.

“Jangankan untuk anjing liar, anjing peliharan masyarakat saja tidak pernah 100 persen kita lakukan penyuntikan vaksin sebab, mereka menolak divaksinasi lantaran jika anjing tersebut terinfeksi rabies, maka anjing akan mati dan sebagian ajing pemburu berangapan setelah dilakukan suntik vaksin, tenaganya akan berkurang, padahal secara ritelatur itu tidak berpengaruh,” jelasnya.

Karenanya, solusi terbaik untuk penanganan ajing liar harus dilakukan eksekusi atau pemusnahan dan saat ini diperlukan Peraturan Bupati (Perbub) atau Qanun yang mengatur tentang penanganan ajing liar.

Anjing liar tersebut kata Ishar tersebar seluruh kecamatan di Kabupaten Bener Meriah.
Namun, yang paling banyak anjing-anjing liar itu di pusat kota karena, tersedianya makanan yang terbuang seperti halnya simpang tiga pondok baru simpang balik dan lampahan.(uri/han)