Ketua DPRK Pidie: Manfaatkan Otsus Jangan Aceh Apoeh-Apah

Rakyat Aceh

SIGLI (RA) – Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail mengharapkan legislatif dan eksekutif bersinergi untuk menjaga dan mengawal turunan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA).

Dengan begitu, setelah otonomi khusus Aceh berakhir, masyarakat tidak Apoèh-Apah (amburadul). Hal ini disampaikan Mahfuddin Ismail saat memberikan sambutan pada acara rapat paripurna pelantikan dan sumpah jabatan Pimpinan DPRK Pidie, periode 2019-2024 di Gedung Dewan Pidie, Kota Sigli.

Acara yang dimulai Pukul 10.00 Wib tersebut, dihadiri oleh seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie, pejabat Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Pidie, ormas dan OKP seluruh Kabupaten Pidie, Senin (21/10).

Dia mengatakan, kerja utama yang akan dilaksanakan bersama yakni membahas Rancangan KUA dan PPAS serta APBK tahun 2020. Oleh karena itu, dia meminta Bupati Pidie agar segera memberikan Rancangan tersebut, mengingat waktu pembahasan semakin dekat.

“BUMN di Pidie, agar dapat juga membantu masyarakat, melalui dana CSR, karena itu juga bagian dari sumbangsih kepada masyarakat,” ujar Mahfud.

Selain itu, dia juga meminta seluruh masyarakat Aceh untuk saling menjaga perdamaian yang sudah tercipta di Aceh, dengan terus mengawal MoU Helsinki dan UUPA. (zia/slm)