Selebrasi tim sepakbola Aceh setelah memastikan lolos PON Papua 2020, dengan memenangkan pertandingan dengan mengalahkan, Porwil Sumsel, 1-0, Stadion Padang Panjang, Bengkulu, Selasa (29/10). For Rakyat Aceh

Masuk Final Porwil Sumatera X

BANDA ACEH (RA) – Aceh menorehkan sejarah. Tim sepakbola lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

Kepastian ini diperoleh setelah di laga terakhir kualifikasi Grub B Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X, Aceh mengamankan tiga poin penuh, mengalahkan juara bertahan Porwil sebelumnya, Sumatera Selatan dengan skor 1-0, di Stadion Padang Panjang, Bengkulu, Selasa (29/10).

Gol kemenangan Aceh dicetak striker sayap, Editia Darma di menit 35 setelah menerima umpan Akhirul Wadhan.

Kemenangan Aceh harus dibayar mahal, malapetaka itu terjadi di 20 menit awal dimana kapten tim, Rizky Yusuf Nasution harus ditarik keluar karena cedera.

Selain Rizky, wing back Aceh, Reza Santika juga harus ditarik keluar. Usai laga ia dilarikan ke rumah sakit. Tampak mengeluarkan darah dihidung dan harus menggunakan oksigen.

Adapun jalannya pertandingan, di 15 pertama Aceh tertekan. Sumatera Selatan tak henti-hentinya mengempur lini pertahanan Aceh dibawah komando Amiril Mukminin, Reza Mursalin dkk.

Ditandunya sang kapten, digantikan Muharrir, ternyata membawa berkah. Gelandang asal Lhokseumawe itu bersama gelandang asal Bireuen, Alvin bisa mengubah pola permainan Aceh. Dampaknya, gol untuk Aceh justru lahir di menit 35.

Di babak kedua, intensitas pertandingan makin terasa. Sumatera Selatan berupa bangkit. Beberapa kali kiper Aceh yang dijaga Putra Kurniawan harus jatuh bangun.

Namun kegemilangan dirinya dan lini pertahanan lawan membuat gawang Aceh tak kebobolan. Di luar itu, pertandingan sempat terhenti karena beberapa pelanggaran dari kedua tim.

Pencapaian Aceh lolos ke PON Papua 2020 dan masuk final Porwil X, menembus kekecewaan edisi Porwil empat tahun sebelumnya yang dilangsungkan di Bangka Belitung. Saat itu, Aceh tidak beruntung. Padahal, di atas kertas Aceh bermaterikan pemain bintang seperti Zulfiandi, Syahrizal dan Fitra Ridwan. Aceh harus puas di peringkat ke empat.

Sedangkan tiket PON untuk Sumatera yang disediakan PB Porwil hanya tiga.
Pencapaian tersebut amat disyukuri trio Pelatih Aceh, Azhar, Mukhlis Rasyid dan Edi Gunawan.

Keberhasilan ini, kata mereka, tidak terlepas dari perjuangan dan kerja keras para pemain. Mukhlis Rasyid menjelaskan, bahwa kegugupan di awal laga tidak terlepas dari pada beban para pemain yang ingin lolos ke PON.

“Di 15 menit pertama kita tertekan karena pemain terbebani ingin lolos ke PON. Namun alhamdulilah semuanya bisa diatasi,” ujar pelatih yang membawa Lhokseumawe juara PORA kemarin waktu.

Senada dengan itu, Azhar berterimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah mendoakan perjuangan mereka.

Salah satu misi tim pelatih membawa Aceh ke PON akhirnya terwujud. Saat ini, mereka akan melakukan recovery pemain dan mempersiapkan tim bertanding di final. Sangking bahagianya, lagenda PSBL Langsa itu bahkan telah bermimpi memboyong emas untuk Aceh di PON nantinya.

“Semua ini kami lakukan untuk masyarakat Aceh. Papua siapkan emas buat Aceh, target kami berikutnya, emas PON,” tulisnya di strory. (icm/min)