Abusyik: Pejabat Tak Punya Skill Silahkan Mundur

Bupati Pidie, Roni Ahmad atau akrab disapa Abusyik, tampaknya marah besar atas isu-isu yang beredar tentang adanya oknum yang camat yang melakukan praktek kegiatan yang dianggap kurang penting menggunakan dana Gampong. Abusyik juga berang dengan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pidie yang masih ‘Jalan ditempat’ dalam membangun daerah di bidangnya. Hal ini disampaikan Abusyik pada pembukaan Musyawarah Rencana pembangunan Jangka pangjang daerah (RPJPD) Kabupaten Pidie tahun 2016-2026 di aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie, Selasa (5/10).

Sigli (RA) – Bupati Pidie, Roni Ahmad atau akrab disapa Abusyik, tampaknya marah besar atas isu-isu yang beredar tentang adanya oknum yang camat yang melakukan praktek kegiatan yang dianggap kurang penting menggunakan dana Gampong.

Selain itu, Abusyik juga berang dengan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pidie yang masih ‘Jalan ditempat’ dalam membangun daerah di bidangnya.

Hal ini disampaikan Abusyik pada pembukaan Musyawarah Rencana pembangunan Jangka pangjang daerah (RPJPD) Kabupaten Pidie tahun 2016-2026 di aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie, Selasa (5/10).

Salah satu kata sindiran tegas Abusyik kepada pejabat dibawah Pemerintahannya yakni, “Bèk Jak buka Toko lam Toko, (jangan ada pengadaan kegiatan baru saat pelaksanaan kegiatan berlangsung)”.

Dari kata tersebut, diduga kuat Abusyik, menerjemahkan sejumlah isu yang beredar selama ini, di mana adanya sejumlah kegiatan Gampong yang digelar oleh oknum camat tanpa ada perintah olehnya atau yang dianggap tidak terlalu penting.

Dia juga melarang tegas aparatur Gampong yang ‘Melancong’ keluar daerah menggunakan dana Desa tanpa kegiatan yang jelas.

“Camat jangan merusak Gampong, jika mau cari uang jangan pakai dana desa, jika tidak sanggup dengan perintah saya dan tidak mampu, silahkan mengusulkan surat pengunduran diri,” tegasnya.

Dia juga mendorong, SKPK dibawah kabinetnya, harus mampu mendorong majunya daerah, jangan ‘jalan ditempat’. Kalau mau membangun Pidie dengan keahlian dan kemampuan, bukan dengan omongan.

“Kabinet saya harus ada skill, yang mampu bekerja. Jika tak mampu memaparkan pogram ke saya, ‘Jak Ho rheut laju’ (mundur saja),” Pungkas pria nomor satu di Pidie ini.

Sementara itu, perwakilan KNPI Pidie, Mahzal Abdullah, meminta kepada Pemkab Pidie, agar lebih fokus pada lapangan kerja para pemuda, baik di wirausaha dan ekonomi kreatif.

Baca Juga...  Kerugian Banjir Pidie Jaya Rp 27 Miliar

“Jangan mengira kami pemuda hanya meminta bantuan berbentuk uang kepada Pemkab Pidie. Terkadang kami tak perlu uang pemerintah, tapi bantu memperluas kesempatan dan peluang kerja bagi kami, sehingga kami dapat mudah berkarya,” Terangnya pada Rakyat Aceh. (zia/adi)