Lubang Maut Hasil Proyek 5,7 Miliar Jalan Aceh

Lubang yang sering menyebabkan kecelakaan pengendara roda dua, Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Rabu (6/11).

Meulaboh (RA) – Jalan lintas tengah provinsi Aceh berlubang 3-5 Centimeter (CM), sering menyebabkan kecelakaan lalulintas bagi pengguna jalan. Warga sekitar mulai tidak nyaman, mulai dari gangguan suara kaget hentakkan ban terpelosok, hingga rutin melihat perlintas celaka.

“Hampir tiap hari ada saja orang alami kecelakaan disitu, karena ban kereta terperangkap masuk kedalam lubang di badan jalan itu,” ucap Hasanuddin (50), warga Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, Rabu (6/11).

Menyaksikan kondisi lubang sering memakan korban demikian, Hasanuddin mengaku sangat prihatin dengan luka-luka yang dialami oleh sejumlah korban. “Kalau sudah ada yang jatuh, lihat lukanya kasihan. Tangan dan kaki pasti cidera setelah terseret dibadan aspal,” ucapnya.

Biasanya, sambung Hasanuddin, pengendara yang menjadi korban merupakan orang yang jarang melintas ruas jalan tersebut, sehingga tidak mengetahui adanya sejumlah titik-titik lubang maut di badan jalan.

Hasanuddin berharap pemerintah dapat menambal sejumlah lubang di badan jalan lintas provinsi Aceh, tepatnya di ruas Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. “Kalau Pemerintahan tidak menempel lubang itu, kami yang tinggal di sini yang tidak tega selalu lihat korban celaka,” alasannya.

Hal senada juga diungkapkan Rasidah (50), membenarkan jika lubang sedalam 3-5 CM tersebut sering menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan. “Beberapa hari lalu ada juga korban seorang wanita dari Desa Lek-Lek yang terjatuh di situ. Sayang kakinya pincang dan dadanya sesak. Sampai sekarang masih belum sembuh,” ungkapnya, yang mengaku korban mulai menjadi saudara sebut bagi dirinya.

Rasidah mengaku tahu percis keadaan korban, lantaran usai terjatuh wanita menjadi korban lubang maut tersebut, di bawa ke rumahnya untuk di rawat. “Karena wanita yang jatuh, jadi langsung dibawa warga ke rumah saya. Saya tahu keadaannya belum sembuh, karena kemarin suaminya baru antar kain yang sempat dipakai istrinya,” ujarnya.

Menetap sebuah rumah di tepian jalan lintas provinsi demikian, membuat Rasidah tidak menjadi Persoalan, jika kondisi jalan bagus mulus dan bagus. Namun ada sedikit keanehan baginya, karena baru beberapa pekan pekerjaan jalan tuntas, kondisi badan jalan kembali berlubang di sana-sini, sehingga menyebabkan istirahatnya kurang nyenyak di malam hari.

“Selesai dibangun, cuman seminggu nyaman istirahatnya. Setelah itu jalan berlubang lagi hingga menyebabkan tidur kembali terganggu karena kalau ban mobil atau kereta jatuh ke lubang itu menimbulkan suara yang cukup keras,” jelasnya.

Informasi lapangan, perbaikan jalan lintas provinsi Aceh ini, menelan dana senilai Rp 5,7 Miliar dari Otsus. Namun beberapa pekan pekerjaan tuntas, badan jalan kembali retak dan mengalami lubang di sana-sini. Titik lubang yang sering menyebabkan kecelakaan, tepat di depan SD Negeri Cot Trung, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.(den)