Presiden Jokowi Diminta Bebaskan Irwandi Yusuf

PELANTIKAN: Presiden Indonesia, Jokowi dengan Gubernur Aceh, Irwandi usai pelantikan di Gedung DPRA Banda Aceh, Rabu (5/7). FOR RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Aktivis Pejuang Aceh, Nasruddin Abubakar yang juga mantan Wakil Bupati Aceh Timur, minta kepada Presiden Joko Widodo untuk membebaskan Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf dari hukuman kasus suap dan gratifikasi, Selasa (5/11).

Pasalnya, menurut Nasruddin Gubernur Aceh non aktif yang ditahan KPK dan divonis 8 tahun penjara serta dicabut hak politiknya selama 3 tahun oleh Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut, tanpa bukti yang kuat.

“Karenanya, kami rakyat Aceh sangat menyayangkan dan prihatin terhadap sikap dan keputusan yang tidak adil terhadap pemimpin kami (Gubernur Aceh-red) Irwandi Yusuf. Untuk itu kami ingin menyampaikan beberapa sikap keprihatinan kami kepada Bapak Presiden Jokowi terkait penahanan Irwandi Yusuf,” demikian dikatakan Nasruddin dalam petisinya yang disampaikan kepada Rakyat Aceh di Kota Langsa kemarin.

Adapun pernyataan Aktivis Pejuang Aceh kepada Presiden Jokowidodo yaitu, semenjak Irwandi Yusuf ditahan KPK tanpa dasar, membuat suasana tidak baik dalam pemerintahan Aceh dan tidak jalannya program-program pro rakyat yang sudah diprogramkan dalam visi misi Gubernur dan wakil Gubernur Aceh tahun 2017 – 2022.

Bahkan, sampai saat ini masih banyak program yang tidak mencapai target dan banyak anggaran yang dikembalikan ke pusat. Dimana atas kondisi ini rakyat Aceh sangat dirugikan serta ekonomi rakyat sangat memprihatikan.

“Presiden Jokowi yang kami hormati, pemimpin kami (Irwandi Yusuf) tidak bersalah terhadap apa yang telah dituduhkan kepada beliau. Untuk itu kami rakyat Aceh minta kepada bapak untuk membebaskan pemimpin kami dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya untuk menuntaskan program-program yang telah diamanahkan oleh rakyat Aceh menuju Aceh mulia Indonesia maju,” demikian tegas Nasruddin.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa 3 Juli 2018. Irwandi sendiri terbilang belum lama memimpin Aceh untuk periode kedua. Bahkan usai kepemimpinannya belum genap setahun.

Berdasarkan catatan Rakyat Aceh, Irwandi bersama Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah dilantik pada Rabu, 5 Juli 2017. Proses pelantikan dan pengambilan sumpahnya berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Banda Aceh. Saat itu, sidang istimewa dipimpin Ketua DPRA Tgk Muharuddin.

Ketika itu, Irwandi dan Nova mengucap sumpah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 disaksikan langsung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Termasuk puluhan Anggota DPRA dan ratusan tamu undangan.

Pelantikan orang nomor wahid di Aceh itu terbilang spesial. Sebab Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan sang istri, Iriana Jokowi menyempatakan hadir beberapa saat untuk memberikan ucapan selamat.

Saat itu, Jokowi dan rombongan singgah atau transit di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh untuk mengisi bahan bakar. Ketika hendak berangkat ke Ankara, Turki dalam rangka kunjungan kerja. Pengamanan proses pelantikannya sangat ketat. Polda Aceh sedikitnya mengerahkan 1.588 personel dan ditambah 200 personel TNI.

Menjadi Gubernur Aceh merupakan kali kedua bagi Irwandi. Sebelumnya pada Pilkada 2006, dia terpilih bersama wakilnya Muhammad Nazar melalui jalur independen. Pasangan itu resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh menjabat untuk periode 2007-2012.

Jabatan Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh periode kedua belum genap setahun. Di usia belia itu, ia malah dicokok KPK. Tepatnya pada Selasa (3/7) malam. Artinya, OTT oleh lembaga antirasuah dilakukan tepat dua hari sebelum jabatan Irwandi genap setahun. (dai/jpg/slm)