Santri Dayah Ulee Titi Juara Festival Baca Tulis Manuskrip

Santri Dayah Ulee Titi, Siron Ingin Jaya, Aceh Besar Tgk Muhammad Siddiq, juara satu festival baca tulis manuskrip kitab Arab Melayu yang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh. FOTO IST

BANDA ACEH (RA) – Tgk Muhammad Siddiq, santri Dayah Ulee Titi, Siron Ingin Jaya, Aceh Besar ditetapkan sebagai juara satu festival baca tulis manuskrip kitab Arab Melayu yang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh Azhari S.Ag M.Si didampingi oleh Drs Muhammad Nasir Kabid Pemberdayaan Santri mengatakan pada festival perdana ini, Dinas Pendidikan Dayah Aceh memilih kitab yang dilombakan adalah karya ulama dan mufti kerajaan Aceh masa Sultan Iskandar Muda, Syaikh Abdurrauf As Singkili Turjuman al-Mustafid.

Adapun tema yang diusung pada festival tersebut adalah “Mewujudkan Aceh Carong Melalui Baca Tulis Manuskrip Bagi Santri” di Hotel Mekkah, 5-7 November 2019.

Atas prestasi tersebut, Tgk Muhammad Siddiq berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp8 juta rupiah, tropi dan sertifikat. Adapun jumlah nilai yang diraih adalah 357.

Sedangkan juara II diraih oleh Tgk Muhammad Faisal, jumlah nilai 333,4  utusan Aceh Utara, asal Dayah Babussalam Alhanafiyah, Gampong Blang, Matangkuli, Aceh Utara, dengan hadiah uang pembinaan sebesar 7 juta rupiah, tropi dan sertifikat.

Juara III, diraih oleh Tgk Amsari, jumlah nilai 322,1  utusan Aceh Tenggara, asal Dayah  Muzammil Al-Aziziyah, Rumah Luar, Aceh Tenggara dengan hadiah uang pembinaan sebesar 6 juta rupiah, tropi dan sertifikat.

Karena ini acara perdana, tentu masih jauh dari kata maksimal, ke depan agar lebih efektif dilaksanakan  di dayah-dayah, bukan lagi hotel. Karena pentingnya menyelamatkan dan membumikan khazanah pemikiran dan karya ulama Aceh pada generasi muda. Karena masyarakat yang berperadaban adalah berkarakter dan menghidupkan literasi. Dan kegiatan ini Juga sebagai ajang mencari bakat dari santri Aceh dalam bidang manuskrip.

“Kita berharap dengan adanya perhelatan ini, semoga menjadi titik awal menghidupkan intelektual Syaikh Abdurrauf aS Singkili pada generasi muda islam Aceh.” Demikian ujarnya. (ra)