Kejari Abdya Pindah Tugas Ke Bangka Belitung

Kajari Abdya yang baru Nilawati SH,MH saat menyampaikan kata sambutan pada acara lepas sambut dengan kajari lama.

BLANGPIDIE (RA) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya, Abdur Kadir, SH.MH akhirnya berpindah tugas ke Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Disana ia menjabat dengan posisi yang sama yaitu Kajari di wilayah itu.

Sementara posisi kosong yang ditinggalnya, diisi oleh Nilawati, SH,MH sebagai Kejari Abdya, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Tata Usaha di Kejati Aceh. Acara pisah sambut pengganti Kajari Abdya berlangsung di Pendopo Bupati setempat, Kamis (7/11).

Abdur Kadir SH yang sudah empat tahun menjadi orang nomor satu di lingkungan Adhyaksa di Bumo Brueh Sigupai itu, yang sebelumnya juga bertugas di Kejati Aceh. “Kami dulu pernah sama-sama di Kejati Aceh,”katanya dalam sambutan lepas sambut.

Abdur Kadir meminta maaf kepada Forkopimkab dan semua elemen di wilayah Abdya. “Saya memohon maaf kepada seluruh SKPK dan DPRK serta semua elemen agar langkah saya ringan untuk bertugas disana. Selanjutnya Ibu Kejari-lah yang menindaklanjuti tugas-tugasnya,”ucapnya

Dan ia mengucapkan selamat bertugas kepada ibu kejari yang baru ini. Dan dia mendoakan kepada pemerintah Abdya dibawah pimpinan Akmal Ibrahim dan Muslizar MT semoga progran-program di Abdya tercapai dengan harapan masyarakat Abdya bisa sejahtera.

Kejari Abdya yang baru Nilawati dalam sambutanya terlebih dahalu memperkenalkan dirinya, ia kelahiran di Banda Aceh termasuk kuliah dan berkarir di Kejati Aceh khusus dalam bidang menanggani kasus korupsi.

Nilawati menceritakan banyak hal, termasuk sebelum menjabat Kabag TU Kejati Aceh, Ia sempat dipercayakan sebagai Kasi Penuntutan di Kejati Aceh. Selain itu, Nilawati pernah menjabat Kasi Pidsus di Kejari Banda Aceh pada tahun 2012. Dia pernah menangani kasus besar, salah satunya kasus korupsi bobolnya kas Pemkab Aceh Utara Rp 220 miliar.

Disamping itu, dusebutkan dalam menjalankan tugas, apa yang sudah dirintis oleh kejari lama itulah nantinya yang kita kanjutkan. Apalagi saat ini katanya sudah terbentuk TP4D. “Semoga apa yang diembankan kepada saya bisa saya kerjakan dengan baik dan membawa berkah kepada saya sendiri,”katanya.

Sementara itu, Bupati Abdya Akmal Ibrahim dalam sambutanya diperkenalkan wilayah Abdya. Dan dari segi pemeribtahan yang mekar dari Aceh Selatan. “Banyak yang belum sempurna, dan kita doakan Abdya tumbuh berkembang,” sebutnya.

Selama ini kata Akmal, Pamkab Abdya telah memberi supot kepada Abdya dan hal ini tentu menambah keakraban. Kejari lama banyak yang telah melakukan terobosan salah satunya klinik hukum. “Kalau ada masalah diselesaikan dari awal, kalau ada kejanggalan dikoordinasikan di klinik hukum. Klinik hukum ini bertujuan untuk konsultasi terkait masalah hukum agar tidak terjadi kesalahan,”paparnya.

Menurutnya, hukum harus di tegakkan. Seperti TP4D yang merupakan kebutuhan daerah. “ini pengawalan yang penting, hal-hal yang rawan dan susah termasuk desa yang perlu dikawal,”sebutnya.

Diharapkan kepada aparat penegak hukum untuk tidak menutup kesalahan. Untuk mengantisipasi adalah keterus-terangan. “Jika salinh menutupi persoalannya, maka pemerintah tidak efektif. Oleh sebeb itu, lebih baik terus-terang saja,”katanya. (mag-80)