Elemen Sipil Soroti Lambannya Peningkatan Pembangunan Jalan Perbatasan Meulaboh – Pidie

Foto: Progres pembangunan jalan perbatasan Meulaboh - Pidie.

Rakyat Aceh -Lembaga Swadaya Masyarakat Silaturahmi Meulaboh Bersatu (SILABER) Aceh Barat, menyoroti lamban perkerjaan peningkatan pembangunan jalan perbatasan Meulaboh – Pidie. Bahkan ada temuan penggunaan material tak sesuai spesifikasi.

Sekretaris LSM SILABER, Mahmuddin, Kamis (14/11) menuturkan nomor kontrak pekerjaan 28-AC/BANG/PUPR/APBA/2019, dengan tanggal kontrak 19 Juni 2019. Jenis pekerjaan perpanjangan jalan fungsional 17.050 M dan panjang jalan efektif 3.000 M yang berlokasi di Kabupaten Aceh Barat hingga perbatasan Pidie.

Mahmuddin merincikan, pembangunan ini bersumber dari dana APBA-OTSUS Aceh. Tujuan pembangunan jalan agar memudahkan transportasi sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ujung kabupaten Aceh Barat yang merupakan perbatasan antar Aceh Barat dan Kabupaten Pidie.

Namun, usai melihat progres kegiatan lapangan, Mahmuddin menilai terlalu lambat perkerjaan. “Mulai kontrak perkerjaan pada 19 juni 2019 sedangkan masa perkerjaan paket perkerjaan ini adalah 217 hari. Melihat sisa waktu pekerjaan, khawatir tidak kelar pembangunanya,” ucapnya.

Ia menyarankan kepada rekanan agar dapat mengejar ketertinggalan volume perkerjaan, mengingat waktu yang diberikan hanya 217 hari masa kerja, dengan menghitung sisa waktu perkerjaan tinggal 89 hari lagi, sejak tanda tangan kontrak.

LSM SILABER menyarankan agar perkerjaan ini dapat tuntas tepat waktu, dengan terus mengenjot volume pekerjaan yang tertinggal. “Kalau perlu berlakukan jam kerja siang dan malam biar bisa mengejar volume perkerjaan,” sarannya.

Bagi Dinas PUPR Aceh, konsultan dan pengawas proyek agar lebih meningkatkan pengawasan, terutama dalam hal penggunaan material dan kontruksi jalan. Dengan melihat apakah telah sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak.

“Karena kami melihat ada kejanggalan dalam material krikil yang banyak bercampur dengan tanah sehingga rawan amblas karena akan mempengaruhi kualitas jalan tersebut,” kajian LSM SILABER.(den)