Kutuk Serangan Israel Ke Jalur Gaza, Malaysia Ajak Dunia Akhiri Penderitaan Rakyat Palestina

This picture taken from Jerusalem on July 22, 2019 shows Israeli security forces tearing down one of the Palestinian buildings still under construction which have been issued notices to be demolished in the West Bank village of Dar Salah, adjacent to the Sur Baher area which straddles the West Bank and Jerusalem. - Palestinians accuse Israel of using security as a pretext to force them out of the area, meant to be under Palestinian Authority civilian control under the Oslo accords, as part of long-term efforts to expand settlements and roads linked them. An Israeli high court ruling in June 2019 dismissed a petition by Palestinian residents requesting the cancellation of a military order prohibiting construction, and residents received a 30-day notice from Israeli authorities informing them of their intent to demolish the homes. (Photo by Ahmad GHARABLI / AFP)

Harianrakyataceh.com – Aksi zionis Israel yang kembali melakukan serangn ke wilayah Jalur Gaza terus mendapat cercaan dunia Internasional. Pemerintah Malaysia bahkan mengutuk aksi Israel tersebut.

“Malaysia mengutuk keras serangan terus menerus yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Hingga mengakibatkan korban jiwa di pihak sipil, termasuk anak-anak. Serangan yang dilakukan pasukan pertahanan Israel (IDF) ini telah melanggar seluruh hukum internasional,” demikian pernyataan Pemerintah Malaysia yang disampaikan melalui akun Twitter Kementerian Luar Negeri @MalaysiaMFA, Sabtu (16/11).

Secara tegas Malaysia juga menentang aksi blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang masih dilakukan hingga saat ini. Karena blokade ini telah membuat rakyat Palestina menderita.

Karena itu, Malaysia mengajak dunia internasional untuk melakukan tindakan serius guna mengakhiri invasi Israel di Jalur Gaza. Termasuk mewujudkan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

“Malaysia juga mendesak seluruh pihak untuk menghormati gencatan senjata yang telah disepakati untuk menghindari kematian di pihak sipil,” tegas mereka. 

EDITOR: AGUS DWI