Atlit putra putri panahan sedang latihan dilokasi tanah pinjaman. Minggu (17/11). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Atlet cabang olaharaga Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Simeulue, masih mengandalkan dan menggunakan areal tempat latihan rutin di tanah pinjaman.

Cabang olahraga Perpani yang hadir di Kabupaten Simeulue sejak 2014 lalu itu, selain lokasi latihan rutin yang dilaksanakan dalam satu minggu sebanyak 4 kali latihan, juga diketahui masih sangat kekurangan sarana dan prasaran pendukung, seperti peralatan, pelatih dan instruktur.

Hal itu dijelaskan Safdar, Ketua Perpani Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (17/11). “Masih serba kekurangan, sejak dibentuk tahun 2014 lalu.

Lokasi latihan untuk atlit, kita pinjam tanah orang lain, dan termasuk masih sangat minim tenaga pelatih panahan, dan kalau soal dana pembinaan perna dialokasikan hanya Rp 7 juta,” katanya.

Masih menurut Safdar, minimnya sarana prasana untuk cabang olahraga tersebut, sehingga saat ini Perpani hanya memiliki alat utama jenis panah sebanyak 4 unit dan 15 unit busur panah standar Nasional serta alat sasaran tembak panah. Selebihnya untuk peralatan itu disediakan oleh atlet panahan itu sendiri.

“Peralatan untuk panahan itu memang mahal, satu unit alat panah standar nasional sekitar Rp 10 juta, sebab tidak dibenarkan peralatan panah itu asal-asalan yang digunakan atlit.?

Karena masih minim sarana prasarana, maka untuk sementara yang direkrut menjadi atlit, yakni dari Tingkat SD. SMP dan SMA sederajat, dan untuk atlit dari tingkat umum belum kita rektrut,” jelasnya.

Safdar merincikan kebutuhan Perpani Kabupaten Simeulue, yang mendesak dan perlu tersedia untuk kepentingan cabang olahraga itu, yakni ?pembelian dan pengadaan aeral lapangan latihan, dengan panjang 100 meter dan lebar 70 meter senilai Rp 100 juta.

Rencananya pembelian 10 set lengkap busur panah standar Bow Rp 100 juta. Pembangunan gedung dan gudang penyimpanan peralatan Perpani Rp 50 juta.Pembelian bantalan target 10 unit Rp30 juta?. Dan terakhir pembangunan fasilitas tribun laapangan Rp30 juta.
lanjutnya, dari 34 orang atlit panahan yang terdaftar di cabang olahraga Perpani Kabupaten Simeulue itu, selama dua hingga tiga jam dalam satu hari sesi latihan rutin, yakni hari Selasa, Kamis, Sabtu dan hati Minggu, yang diikuti puluhan atlit panahan putra putri, dilapangan tanah pinjaman yang berada dikawasan Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur.

“Latihan rutin 4 kali dalam satu minggu, karena sarana prasana masih sangat-sangat terbatas, maka yang digunakan alat panahan apa adanya dulu, yang penting ada kemauan dan tingginya semangat latihan atlit kita,” kata Ahmad Guntur, pelatih dan Niko Afrizal, instruktur panahan yang ditemui Harian Rakyat Aceh, Minggu (17/11), di lokasi latihan.

Kedua pelatih panahan itu menyebutkan, Perpani sedang giat melakukan latihan rutin untuk menghadapi event Pra Pora 2020 di Banda Aceh. Atlit panahan tingkat SD perna meraih mendali emas pada kejuaraan Aceh-Sumatera Archery di Banda Aceh 8-10 Maret 2019, berhasil meraih emas. Serta ditahun yang sama pada event kejurda Perpani Simeulue mendapat juara peringkat empat. (ahi/adi).