Nur Halimah

TAPAKTUAN (RA) – Nenek Nur Halimah(56) Warga Desa Ujong Padang Rasian, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, merasakan beratnya beban hidup yang harus dipikulnya. Belum lagi harga kebutuhan sehari hari yang semakin melonjak, ditambah penghasilan harian maupun bulanan tidak pernah ada.

Hidup dengan sebatang kara dan rumah tinggal tinggal sudah mulai lapuk.
Nek Nur Halimah, dengan rumahnya yang masih berlantai tanah dan dinding rumah pun sudah mulai bolong, serta atap rumah terbuat dari rumbia, terkadang bocor disaat hujan.

Pernyataan ini dibenarkan Muhammad Hasbar Kuba, Koordinator Kaukus Peduli Aceh, membenarkan kondisi rumah dan tempat tinggal Nek Nur Halimah saat tim ini berkunjung ke rumah terbut.

“Kami sudah melihat kondisi rumah ini, Kaukus Peduli Aceh sedang menggalang dana dan material untuk membangun rumah bagi Nek Nur Halimah,” ujar Hasbar, Minggu, (17/11).
Nek Nur Halimah punya dua orang putri, namun sudah berkeluarga dan punya rumah sendiri.

“Benar, Kita dari KPA memang sedang menggalang dana untuk ibu Nur Halimah, karena kondisi rumah beliau, maaf kita katakan memang tidak layak huni,” paparnya.

Dalam penggalangan dana ini Kaukus Peduli Aceh(KPA) bekerjasama dengan Sekolah Pemimpin Muda Aceh(SPMA) dan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS).

Diketahui kata Hasbar, Nenek Nur Halimah tinggal di sebuah gubuk berukuran 5 kali 5 meter dengan kondisi dinding kayu yang telah bolong-bolong dibagian belakang dan kiri kanan dan juga atapnya bocor serta tidak ada lampu penerangan dari listrik.

“Ini sungguh memprihatinkan, beliau seorang diri dan sudah berusia lanjut, sangat disayangkan. Kita ini yang masih muda wajib membantu beliau mendapatkan hunian yang layak, ya minimal dengan cara penggalangan dana serta material seperti ini,” tambah Pemuda yang akrab disapa Dek Boy ini.

Ia berharap ada uluran tangan dari masyarakat Aceh Selatan Khususnya dan Rakyat Aceh secara kesuluruhan agar dapat membantu mewujudkan rumah layak huni bagi Nenek Halimah.

“Mungkin nanti kita juga akan melaporkan ini ke pemerintah di daerah setempat, karena setahu saya ada pengadaan rumah dhuafa setiap tahunnya tapi kenapa masyarakat seperti nenek Halimah tidak tersentuh oleh bantuan tersebut,” tegas Misran perwakilan dari SPMA.

Untuk sekarang ini, pihknya mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam hal terealisasinya pembangunan rumah layak huni tersebut baik berupa uang maupun material, dan itu akan sangat efektif jika ada yang mendonasikan kelengkapan pembangunan layak huni seperti semen, seng, kayu, batu bata dan lainnya.

“Bantuan yang berguna untuk pembangunan rumah Nek Nur Halimah, bahkan sampai hal terkecilpun kita perlukan,” ungkap Mitra Saputra selaku Ketua HAMAS.

kata Mitra, sementara waktu seluruh donasi yang terkumpul nantinya dalam bentuk material, maka Sekretariatan HAMAS siap menampung, nanti setelah tahap penggalangan usai secara bersama sama kita hantarkan ke kampung halaman Nenek Halimah.

Untuk donasi dalam bentuk uang bisa dikirimkan ke Rekening BRI 0265-0102-5105-500 A/n Muhammad Hasbar dan harap mengkonfirmasi pengiriman ke WhatsApp 082277171624 serta menambahkan 015 rupiah disetiap pengiriman seperti RP 1.000.015,- untuk pengiriman satu juta rupiah dan untuk donasi material langsung hubungi Muhammad Hasbar Kuba alias DekBoy (KPA) 082277171624, Misran (SPMA)+62 853-6217-7152 dan Mitra Saputra (HAMAS) +62 853-5944-3545.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Aceh Selatan, Ramli Tanjung, mengungkapkan, pemerintah Aceh Selatan sudah mengunjungi rumah Nur Halimah, Gampong Ujong Padang Rasian. Pemkab Aceh Selatan juga akan membantu rumah tersebut.

“Kemarin dua minggu lalu ibu sudah berkunjung dan memberikan bantuan dan rumah akan dibangun,” ujar Ramli Tanjung.

Ia mengatakan, saat ini rumah yang tempati Nur Halimah, merupakan tanah orang, namun sertifikat tanah anaknya sudah diserahkan kepada camat Pasie Raja, supaya bisa dibantu rumah.

“Memang Nek Nur Halimah tidak mau tinggal bersama anaknya, jadi tinggal di tanah orang dengan rumah seadanya,” ungkapnya.

Nek Nur Halimah, masuk sebagai penerima bantuan manfaat dari Dinsos Aceh Selatan.
“Pemkab memperhatikan Nek Nuir Halimah, dan sekalian memberikan modal usaha. Saat kunjungan ibu juga akan dipasang litrik,” pungkasnya. (adi)