Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyambut kedatanga Mentri Agama Fahrul Razi saat tiba di Banda Aceh, Minggu (17/11). FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH

Menteri Agama Fachrul Razi
“Tapi, untuk ASN Kementrian Agama (Kemenang) saat bertugas. Bagaimana melayani warga dengan baik sedangkan dia memakai cadar yang muka saja tidak tampak,”

BANDA ACEH (RA) – Setelah tiga pekan resmi menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi melakukan lawatan pertamanya ke Aceh. Kehadirannya di Aceh selain untuk ‘Saweu Gampong’, dirinya juga menghadiri sejumlah agenda lainnya. Ia tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Sabtu malam (16/11).

Agenda pertama yang ia lakukan adalah mengisi ceramah ba’da subuh di Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Minggu pagi (17/11). Pada kesempatan tersebut, Fachrul Razi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang.

Hal ini ditegaskan Menag di hadapan ratusan jemaah salat subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

“Saya tidak pernah melarang cadar dan celana cingkrang. Saya hanya menggarisbawahi bahwa itu tidak ada kaitan dengan ketakwaan. Jika ada yang mengatakan itu terkait dengan ketakwaan, juga silahkan,” terangnya.

Menag bahkan mengaku hobi memakai celana cingkrang, termasuk saat salat di masjid dekat rumah. Namun, ia memahami itu bukan ukuran ketakwaan.

Namun Fachrul mengaku dirinya tidak mengenakan celana tersebut saat ke kantor. Sebab, katanya, setiap kantor punya aturan yang juga harus dipatuhi. Sehingga saat ke kantor, Menag menyesuaikan dengan aturan yang ada.

“Saya juga pakai celana cingkrang saat salat di masjid dekat rumah. Saya sama sekali tidak melarang warga Indonesia menggunakan cadar dan celana cingkrang.

Tapi, untuk ASN Kementrian Agama (Kemenang) saat bertugas. Bagaimana melayani warga dengan baik sedangkan dia memakai cadar yang muka saja tidak tampak,” paparnya. ul.

Selain itu, dirinya juga tak mempersoalkan bila ada istri pejabat Kementerian Agama yang menggunakan cadar. Di luar itu, Menang lebih banyak bercerita mengenai nostalgia dirinya di Aceh. Untuk diketahui, Fachrul Razi merupakan orang Aceh pertama yang menjabat di posisi tersebut.

Setelah mengisi ceramah subuh di MRB, siangnya Menag memberikan sambutan pada acara Maulid di Universitas Syiah Kuala. Sorenya, Fachrul Razi bertemu ulama Aceh di Asrama Haji. Hari ini direncanakan, Menag akan bersilaturahim ke UIN Ar-Raniry sebelum bertolak ke Jakarta.

Sementara itu saat mengisi ceramah maulid Nabi besar Muhammad SAW 1441-2019, di kampus Unsyiah, Fachrul Razi kembali menegaskan seorang PNS tidak boleh memakai cadar saat berada di kantor. Sebab, lanjut jenderal bintang empat itu, seorang PNS harus melayani rakyat dan masyarakat.

“Sebab orang melayani ini penuh mimik, muka yang senyum, kalau mukanya tidak kelihatan bagaimana ia melayani rakyat,” jelasnya.

Kemudian jenderal kelahiran Banda Aceh kembali mengingatkan PNS yang masih mengutak-atik tentang Pancasila, tentang negara kesatuan republik Indonesia, tentang wawasan kebangsaan, atau menyebarkan kebencian memecah belah, dengan tegas ia memerintahkan yang bersangkutan harus diperiksa oleh pimpinannya.

“Kalau masih begitu di pindahkan ke tempat lain atau memang tidak pantas jadi PNS, kerena dia itu menerima gaji dari negara. Tapi kalau dia masih mengutak-atik tentang Pancasila memang dia tak pantas jadi PNS,” tegasnya. (icm/mag-82/min)

1. Menteri Agama, Fachrul Razi saat melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Minggu pagi (17/11).

2. Menteri Agama, Fachrul Razi disambut Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Paleh kala tiba di Bandara SIM, Sabtu malam (16/11).