Warga Protes Rumah Bantuan Dialihkan

TAPAKTUAN (RA) – Rumah bantuan Perkim dari Dinas PU Provisi Aceh yang direalisasikan untuk masyarakat miskin Gampong Krueng Batu Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, dialihkan dengan dasar surat laporan Keuchik yang palsu.

Sebenarnya, sebanyak 4 unit rumah bantuan Perkim atas nama M Nurdin, Asni, Makdunsyah dan Nurida, akhirnya cuma 2 unit saja yang direalisasikan.

Makdunsyah salah seorang penerima rumah bantuan mengadu dan mendatangi di Balai PWI Aceh Selatan, Jumat (15/11/2019).

Empat (4) unit rumah bantuan untuk masyarakat seharusnya sudah terealisasi, namun pihak keuchik Krueng Batu memberikan laporan palsu ke Perkim yang bahwa di Gampong Krueng Batu cuma 2 unit saja yang ada penerima rumah bantuan atas nama Asni dan Makdunsyah.

Dalam keterangannya, bahwa keuchik Krueng Batu telah mengalihkan pula rumah bantuan yang akan dimiliki oleh Makdunsyah, ke pihak lain atas nama Leo Saputra yang jabatan Tuha Peut Gampong dengan cara memalsukan laporan, di mana Makdunsyah telah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris.

“itu laporan tidak benar, tidak ada penerima rumah di Gampong Krueng Batu yang sudah meninggal,” terangnya Makdunsyah.

Makdunsyah menerangkan bahwa pemalsuan laporan dan pengalihan rumah tersebut ke pihak lain itu disebabkan karena pihaknya tidak mampu memberikan uang ke Keucik yang pernah diminta sebanyak Rp10 Juta rupiah.

“Saya pernah diminta uang oleh keuchik sebanyak Rp10 Juta, karna saya tidak mampu memberikan makanya rumah jatah saya dialihkan ke Leo Saputra yang ada hubungan saudaranya dan bukan kepada saya saja yang diminta uang tapi sama mertua saya juga dimita sebanyak Rp 5 Juta dengan komentar tidak rugi jika diberikan Rp 5 juta untuk dia, karna rumah bantuan yang akan diberikan ada senilai Rp 50 Juta,“ sebut Makdunsyah yang didampingi saudara wali dan tokoh pemuda.

Terkait laporan Keuchik ke Perkim, Makdunsyah merasakan telah dilakukan pencemaran nama baik dan juga telah menyalahgunakan hak wewenang dengan dasar pada tanggal 25 Oktober 2019 Perkim dari dinas PU Aceh telah turun ke Gampong Krueng Batu untuk pemutakiran data penerima bantuan rumah bagi warga kurang mampu yang telah ditetapkan untuk Makdunsyah.

“Masalah ini saya akan melaporkan kepihak hukum,” sebutnya Makdunsyah.
Terkait hal ini, Camat Kluet Utara, Zainal, yang dikonfirmasi sungguh merasa kecewa dengan tindakan aparatur gampong dan tidak adanya koordinasi dengan muspika.

“Saya jujur sampaikan sangat kecewa dan bukan malu lagi, lebih dari malu,” ujarnya.
Zainal, mengaku setelah mendengar informasi di mana Makdunsyah, tidak mendapatkan lagi rumah bantuan dari Dinas PU Aceh, seteleh mengecek surat itu bukan dari provinsi, dan ini merupakan tindakan oknum Gampong yang dalam surat itu di tekan Keuhik Gampong Krueng Batu, HT. Arbet Banta. Bantuan rumah ini dialihkan kepenerima lain, karena penerima awal sudah meninggal.

“Jadikan ini sebagai pengalaman keuchik yang lain, sebab yang dirugikan masyarakat,” pintanya.

Kata Zainal, begitu pun dalam surat dari Keuchik yang tembusannya kepada camat dan kepada pemkab Aceh Selatan, ternyata tidak ada sampai tembusannya.
Ia berharap, aparatur Gampong yang bersangkutan dapat mencabut kembali surat tersebut dan minta maaf kepada kepada keluarga.

“Apalagi orangnya masih ada, namun dikatakan sudah meninggal, ini kan salah. kalau sudah meninggal otomatis orangnya tidak mendapatkan bantuan,” demikian Zainal. yat/adi).