Wakil Walikota Marzuki Hamid menerima piagam penghargaan dari panitia Festival Budaya Pesona Pesisir Timur. Rakyat Aceh/Ray Iskandar

LANGSA (RA)- Budaya jika dirawat dan dikemas dengan baik, tidak hanya menjadi sebuah nilai, namun juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lewat wisata budaya.

Demikian diutarakan Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid saat membuka Festival Budaya Pesona Pesisir Timur Aceh 2019, di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Sabtu, (16/11).

Event Festival Budaya Pesona Pesisir Timur Aceh sudah menjadi agenda tahunan bagi Pemerintah Aceh dan Kota Langsa masih dipilih mennjadi tuan rumah.

Marzuki Hamid menyebutkan, ragam etnis yang menetap di Kota Langsa, menjadikan Kota Langsa kaya akan budaya dan adat istiadat. “Ini menjadi suatu kekuatan untuk terus dirawat dan dijaga. Sehingga pantas jika Kota Langsa menjadi miniatur Indonesia dalam hal keberagaman budaya,” terangnya.

Bukan itu saja, Kota Langsa masyarakatnya sangat heterogen, multikultural, berbagai suku ada disini seperti, suku Aceh, Jawa, Batak, Padang, Gayo, Melayu, Cina, dan lain-lain ini menunjukkan Langsa seperti miniaturnya Indonesia.

Dengan banyaknya etnis di Kota Langsa, akan menjadi kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan kepada generasi muda.

Dirinya menyebutkan, Kota Langsa tidak begitu besar potensi alam yang dimiliki, maka Langsa harus menjadi kota jasa, salah satunya lewat wisata dan memperkenalkan kebudayaan yang ada di Kota Langsa.

Menurutnya, budaya Aceh tidak bisa dipisahkan dengan syariat Islam, menurut Marzuki, budaya Aceh tidak ada yang bertentangan dengan Syariat Islam, dirinya mengajak para budayawan dan seniman untuk dapat mengemas budaya dengan tetap memiliki spirit, ruh dan nilai keislaman.

Selain itu, dalam budaya juga ada filosofi yang terkandung, ada semangat gotong royong, semangat juang, serta patuh kepada pemimpin.

“Ketika syekh memberi instruksi berhenti maka semuanya berhenti. Ini hendaknya dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat,”tandasnya.

Pada kesempatan itu, Marzuki juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memilih lokasi untuk pelaksanaan kegiatan dimaksud.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat konek dengan visi misi Pemko Langsa untuk sebanyak mungkin melaksanakan kegiatan-kegiatan, ini membuktikan Kota Langsa sangat kondusif, aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kadis Pendidikan dan kebudyaan Kota Langsa Drs. Suhartini, M.Pd mengatakan, festival budaya pesona pesisir pantai timur Aceh ini dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 500 peserta yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa dan masyarakat kota Langsa.

Pada kegiatan itu pihaknya mengadakan festival budaya Kota Langsa, festival kuliner, lomba kebudayaan bagi para pelajar, lomba Langsa fashion show culture dan carnaval budaya.

Sementara itu, Kabid sejarah dan nilai budaya Dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Aceh Dra. Irmayani menyebutkan, Aceh sangat istimewa dalam bidang kebudyaan karena Aceh sangat banyak memiliki ragama budaya, ada delapan etnis di Aceh.

Menurutnya, budaya harus benar – benar dipelihara dan ditularkan kepada generasi muda, karena karakter anak dapat dibentuk lewat budaya Aceh yang kental dengan Islam.(ris/slm)