Pelaku Curanmor Di Aceh Selatan Ditangkap

Personil Polres Aceh Selatan berhasil amankan pelaku pencurian sepeda motor berinisial R alias bogel, (33), Minggu (17/11/2019). Sumber photo : Fathayatul Ahmad

TAPAKTUAN (RA) –  Personil Polres Aceh Selatan berhasil bekuk pelaku pencurian sepeda motor berinisial R alias bogel, (33), Minggu (17/11/2019).

Bogel yang baru tiga bulan bebas dari tahanan Rutan Aceh Barat terkait kasus Narkotika itu akhirnya kembali berurusan dengan pihak kepolisian kasus curanmor yang terjadi di Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Zeska Julian Taruna, W.S,S.I.K, saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (19/11/2019). menceritakan kronologi kejadian mengatakan pada Minggu, (17/11) sekira pukul 12.05 WIB korban atas nama M Nazir Jamaluddin, (58), memakirkan sepeda motor merek Supra X 125 BL 4650 TH di depan rumahnya tiba tiba sesaat kemudian sepeda motor tersebut raip di gelondong maling.

” Kasus curanmor ini terjadi di rumah korban, sebelumnya pelaku belum diletahui namun menurut informasi awal dari CCTV yang terpasang di kantor Pos tepatnya di depan rumah korban bahwa terlihat R membawa kenderaan tersebut,” terang Kapolres.

Sambung Kapolres, dari hasil pengembangan kita rupanya pelaku dikenal oleh korban dan pelaku sempat ngobrol dengan anak korban yang sedang berada di rumah.

” Siska Nazira anak korban sempat  menanyakan  dari mana pelaku, lalu pelaku mengatakan dari Subulussalam karena yang bersangkutan bekerja di Subulussalam,” katanya.

Selanjutnya kata Kapolres, personil Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Selatan langsung melacak keberadaan pelaku yang akan berangkat ke Medan menggunkan mobil rental tepat di depan Polres sekira pukul 22.00 WIB.

” Setelah kita lakukan monitoring  kurang dari 12 jam pelaku berhasil dibekuk, setelah dilakukan pengembangan sepeda motor milik M Nazir yang di curi pelaku ini kita dapatkan di suatu tempat di wilayah Kecamatan Sawang dalam kondisi sudah dipereteli,” jelas Dedi Sadsono.

Dikatakan Dedi, kita masih melakukan pengembangan kasus curanmor ini, pelaku dijerat dengan pasal 362 Jo 363 ayat 2 KUHP pidana dengan ancaman dipidana dengan pidana paling lama 5 tahun atau pidana denda sebanyak-banyaknya 900 ribu rupiah. (Yat)