DPO Napi Lapas Lambaro Ditangkap di Aceh Utara

TERSANGKA : Dua anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe, membawa tersangka R dalam kasus dugaan pencurian di Aceh Utara, Selasa (19/11). ARMIADI/RAKYAT ACEH.

LHOKSEUMAWE (RA) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe, menciduk seorang narapidana Lapas Kelas IIA Lambaro Banda Aceh, yang berhasil kabur pada November 2018 lalu.

Napi berinisial R alias Burung (28) warga Gampong Meuria, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Ia ditangkap di kawasan Kecamatan Kuta Makmur, pada Minggu (17/11) malam lalu, dalam kasus pencurian. Akibat melawan petugas saat penangkapan, terpaksa betis kaki kiri dilumpuhkan dengan timah panas.

Hal itu disampaikan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang, dalam konferensi pers dengan sejumlah awak media di Mapolres setempat, Selasa (19/11).

Ia mengatakan, selama ini tersangka dalam kasus pencurian itu sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lhokseumawe, karena melakukan dugaan tindak pidana kasus pencurian disejumlah lokasi.

Sebut Kasat Reskrim, kasus pencurian dilakukan itu diantaranya pada Rabu (13/11) lalu sekira pukul 04.00 WIB di Dusun Mita Peunawa, Gampong Seunebok Punti, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

Saat itu, korban terbangun dari tidur dan melihat pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka. Lalu korban mengecek tas miliknya yang berisikan surat-surat dan uang.

Namun, ternyata sudah hilang yang diletakkan disamping pintu kamar dan setelah itu korban membangunkan suaminya. Kemudian, langsung memeriksa ruangan rumah dan melihat barang telah berserekan diruang mushalla.

“Korban melihat jendela di ruang mushalla sudah tercongkel dan barang yang hilang yakni uang tunai Rp 10 juta dan lima buah hand phone berbagai merk, dengan kerugian semuanya mencapai Rp 25 juta,”ungkap AKP Indra.

Selain itu,lanjut Kasat, kasus pencurian yang dilakukan tersangka juga terjadi pada Kamis (31/10) lalu, sekira pukul 04.30 WIB, di Gampong Binjee, Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Pelaku berhasil mengambil sepeda motor milik korban yang dipakirkan dalam ruang rumah.

“Pencurian itu ketahuan saat korban terbangun dan melihat sepeda motornya sudah tidak ada lagi ditempat biasa diparkir. Lalu korban mencari disekitar rumah tapi tidak ditemukan,”ucap Kasat Reskrim.

Namun, hanya saja korban melihat pintu ruang tamu terbuka dan jendela kamar sudah tercongkel yang diduga dilakukan oleh tersangka R. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 14 juta, yakni sebuah sepeda motor honda beat.

Sambung Kasat, tersangka R diancam pidana penjara paling lama 7 tahun, dengan pasal yang dipersangkakan, yakni pasal 363 ayat (1), ke 3e, 43, 5e KUHP Jo Pasal 363 KUHP. (arm/min)