Para siswa dibekali sosialisasi tentang proses terjadinya gerhana serta ibadah salat sunnat kusuf, di Kantor Kemenang Aceh, Selasa (19/11). (ichsan maulana/rakyat aceh)

Terlihat di Simeulue dan Singkil

BANDA ACEH (RA) – Peristiwa alam berupa gerhana matahari total akan melanda Indonesia. Fenomena ini akan terlihat di tujuh provinsi, termasuk di Aceh.

Khusus untuk Aceh, gerhana matahari bertepatan dengan peringatan 15 tahun tsunami Aceh, menyapa dua daerah yaitu Simeulue dan sebagian Aceh Singkil.

Alfirdaus Putra salah seorang Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama (Kemenang) Aceh menuturkan, lokasi gerhana sebagian terjadi dihampir seluruh Indonesia termasuk Aceh, dengan keadaan gerhana yang berbeda disetiap lokasi berkisar 80 hingga 100 persen.

Durasi gerhana seluruhnya ditaksir 3 jam 47 menit. Tujuh provinsi di Indonesia yang mengalami gerhana total yakni, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepri, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Di Aceh, secara keseluruhan gerhana matahari diperkirakan akan terjadi sekira pukul 10.08-13.56 WIB. “Namun, hanya Simeulu dan Aceh Singkil yang diperkirakan akan mengalami gerhana total. Gerhana total diperkirakan akan terjadi sekira pukul 11.55 WIB dan akan berakhir pukul 11.58 WIB,” jelas Alfirdaus Putra.

Nantinya, Kanwil Kemenag Aceh akan melakukan pengamatan gerhana matahari cincin di Kota Sinabang dan Simeulue pada Kamis 26 Desember 2019 atau bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir 1441 H. Untuk pengamatan tersebut, pihaknya telah menyiapkan 10 unit teleskop/teropong bintang untuk memantau matahari cincin 2019.

Selain itu, Kanwil Kemenag Aceh juga menyiapkan 500 kacamata dengan filter ND5 untuk mengamati gerhana di Simeulue. “Selain itu kami juga akan membuka stand pameran khusus hisab rukyat hari sebelum gerhana matahari total yang menyuguhkan peralatan astronomi sebagai edukasi astronomi bagi masyarakat,” ujar H.M. Daud Pakeh didampingi Kabid Urais Binsyar, Drs. H. Hamdan, MA.

Hal ini disampaikan pada ‘Sosialisasi tentang Proses Terjadinya Gerhana serta Ibadah Shalat Sunnat Kusuf’, yang diikuti 50 siswa Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas se-Banda Aceh dan Aceh Besar, di Kanwil Kemenag Aceh, Selasa (19/11).

Lebih jauh, Daud Pakeh mengatakan, fenomena alam tersebut jangan sampai dikait-kaitkan dengan mistis seperti kematian, musibah atau hal-hal buruk lainnya.

Ia menghimbau, masyarakat Aceh dapat memanfaatkan momentum gerhana matahari untuk beribadah kepada Allah salah satunya dengan melaksanakan salat gerhana dan beristighfar kepada Allah.

“Karena gerhana matahari merupakan fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah. Konon lagi gerhana kali ini bertepatan dengan peringatan bencana tsunami 26 Desember,” katanya.

Kemenag Aceh mengimbau, warga untuk melaksanakan salat gerhana berjamaah usai salat zuhur berjamaah di masjid-masjid atau meunasah di lanjutkan dengan khutbah gerhana. Shalat juga dapat dilaksanakan selama gerhana berlangsung yaitu, pukul 10.08 s.d 13.56 WIB.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat gerhana serentak berjamaah setelah salat zuhur berjamaah tanggal 26 Desember di masjid, mushalla atau meunasah,” tutup Kakanwil. (icm/min)