Jalan Sering Longsor Warga Tripe Harap Peningkatan Jalan Alternatif

Kondisi jalan Simpang Pasir, Tripe Jaya. IST/RAKYAT ACEH

BLANGKEJEREN (RA) – Jalan Sipang Pasir menuju ke Rerebe, pusat Kecamatan Tripe Jaya kerap tertimbun longsong, akibatnya transportasi dari Blangkejeren menuju Tripe jaya mengalami hambatan.

Untuk mengatasi hal tersebut warga Tripe meminta kepada pemerintah daerah agar meningkatkan jalan alternative menuju ke Tripa Jaya dari Simpang SMA N 1 Terangon.

Warga Tripa Jaya, Sabri menuturkan longsoran di kawasan Desa Pasir rasanya sulit untuk di benahi karena tanah patah di atas jalan sangat luas dan datangnya dari atas jalan utama Blangkejeren-Terangon.

Hingga longsoran kerap terjadi dan akibatnya masyarakat akan mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil bumi, satu-satunya jalan alternative adalah jalan dari simpang SMA Negeri Terangon menuju ke Tripe jaya, jalan tersebut sebagian besar masih berdasarkan tanah liat atau pengerasan saja, hingga beberapa titik sulit di lalui karena kondisinya bila hujan licin.

Dengan perbaikan jalan tersebut bisa menjadi satu jalan alternative bila jalan satu mengalami kerusakan maka jalan lainnya bisa menjadi aman.

Harapan yang sama di sampaikan Ancah, warga Desa Rerebe, Dusun Buntul, akibat longsornya jalan masyarakat terpaksa mengggunakan jalan alternatie tetapi kondisi jalan alternative masih pengerasan dan beberapa titik jalan, khususnya pada penanjakan mengalami kerusakan.

Ini juga menjadi masalah. “Guna memperlancar arus transportasi kami berharap agar jalan alternatif dari Terangon menuju ke Tripa Jaya di tingakatkan. Jalan lebih pendek dan resikonya sangat kecil untuk terjadi kerusakan akibat longsor dibanding dengan jalan utama yang berdampingan dengan sungai Kala Tripa.

Kadis PU Gayo Lues, Masyuruddin ST menyebutkan akan mengupayakan pada tahun 2022 mendatang karena anggaran tahun ini sudah disahkan. Diharap masyarakat untuk bersabar menggunakan jalan yang ada terlebih dahulu untuk kerusakan jalan akibat tanah longsor pihaknya sudah menyerakan kepada BPBD Aceh. (yud/bai)