Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NANGGROE BARAT · 21 Nov 2019 09:43 WIB ·

Terdakwa Pemerkosa Anak Di bawah Umur Gagal di Eksekusi Cambuk


 Kejaksaan Negeri Aceh Selatan melaksanakan uqubat takzir cambuk terhadap Tarmizi, warga Lhok Sialang, Pasie Raja, Aceh Selatan, bertempat halaman Kantor Syari’at Islam Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu, (20 /11). For Rakyat Aceh Perbesar

Kejaksaan Negeri Aceh Selatan melaksanakan uqubat takzir cambuk terhadap Tarmizi, warga Lhok Sialang, Pasie Raja, Aceh Selatan, bertempat halaman Kantor Syari’at Islam Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu, (20 /11). For Rakyat Aceh

TAPAKTUAN (RA) – Kejaksaan Negeri Aceh Selatan gagal melaksanakan uqubat takzir cambuk terhadap Tarmizi, warga Lhok Sialang, Pasie Raja, Aceh Selatan, bertempat halaman Kantor Syari’at Islam Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu, (20 /11).

Hukum Jinayah yang diterapkan kepada terdakwa Tarmizi karena terbukti memperkosa anak di bawah umur pada tahun 2016 lalu, namun eksekusi kali ini gagal karena yang bersangkutan mengalami tekanan darah tinggi.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Rista Zullibar Pa, SH, kepada awak media mengatakan dalam pelaksanaan ‘uqubat cambuk terhadap terpidana Tarmizi yang telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak, diatur dalam Pasal 50 Qanun Aceh No.06 Tahun 2014.

“Yang dapat dilaksanakan pada hari ini hanya sebanyak 5 kali dan tidak dapat dilanjutkan disebabkan alasan kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan tim Dokter dari Puskesmas Tapaktuan yang bersangkutan mengalami tekanan darah tinggi hingga mencapai 220,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasalkan keputusan Mahkamah Syariah Tapaktuan No.05/JN/2016/MS.TTN 16 Juni 2016, Tarmizi mendapatkan hukuman cambuk 200 kali, dipotong masa tahanan menjadi 183 kali.

“Dia terbukti memperkosa anak di bawah umur pada tahun 2016 lalu. Pada eksekusi yang lalu terdakwah telah menjalani hukuman cambuk 50 kali dan hari ini sebayak 5 kali, Sisa hukuman cambuk terhadap terdakwa 128 kali lagi,” singkatnya.

Pantauan wartawan pelaksanaan acara uqubat cambuk itu di bawah pengamanan pihak Kepolisian, serta Satpol PP dan Wilayahtu Hisbah. (yat/ad).

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Personil Polres Nagan Buru Pelaku Pencurian Sepeda Motor Hingga ke Banda Aceh

22 June 2024 - 21:59 WIB

Pasca Lebaran, Camat di Simeulue Sidak Kantor Desa

22 June 2024 - 21:48 WIB

Seratusan Lebih Atlit Simeulue, Resmi Masuk TC Popda XVII

21 June 2024 - 18:16 WIB

Alumni MAN 1 Aceh Barat Gelar Halal bi Halal dan Pelantikan Pengurus

20 June 2024 - 19:34 WIB

Sehari, Tiga Kali Gempa Bumi Guncang Simeulue

19 June 2024 - 21:10 WIB

Sah, KIP Tetapkan 20 Nama Yang Akan Duduk di Kursi Wakil Rakyat Simeulue

14 June 2024 - 18:30 WIB

Trending di NANGGROE BARAT