Senator Fadhil Hadiri Konfercab NU Abdya

BLANGPIDIE (RA) – Anggota DPD RI asal Aceh yaitu Ustadz H. M. Fadhil Rahmi Lc menghadiri kegiatan Konferensi Nahdatul Ulama (NU) ke IV di Kabupaten Abdya. Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Khazanatul Hikam, di Desa Kuta Tinggi Kecamatan Blangpidie, Sabtu (23/11).

Sebelum Konferensi NU cabang Abdya dimulai, ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini terlebih dulu dipesijuk oleh Syeh H. Abdussalam Alghalibi sebagai pimpinan Ponpes Ulumuddiniah dari Kecamatan Setia.

Hadir juga dalam Konferensi cabang Abdya tersebut, antaranya Bupati Abdya Akmal Ibrahim, Ketua MPU, MPD, MAA, Wakil ketua DPRK setempat, serta para pimpinan ponpes dalam Kabupaten Abdya, Dandim dan dari pihak Polres diwakili oleh Kabag Op, dan para tamu undangan lainnya.

Ketua NU Abdya H. Husaini Haji dalam sambutnya menyebutkan, selama kepemimpinannya di NU Abdya pernah pakum beberapa tahun yang dikarenakan ada kesalahfahaman dalam ayat Al-Quran dengan pengurus NU Pusat, sehingga pihaknya berhenti memimpin NU Abdya ditengah jalan.

Semantara Senator Aceh Fadhil Rahmi dalam sambutannya mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan hubingan silaturrahmi tetap terjaga.”Jadi hubungan kita bukan saja saat mendapingi Ustad Abdul Somad saja, akan tetapi saat-saat kegiatan konferensi ini saja hadir di Andya untuk bersilaturrahmi,”katanya.

Bahkan katanya, sebelum UAS datang ke pantai barat selatan aceh ini dirinya terlebih dahulu berkomunikasi dengan Bupati Akmal. Oleh sebab itu diharapkan untuk bersatu padu dalam membangun NU. “Selama periode saya di senayan ini semua gerak gerik tetap kami berkoordinasi,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Akmal Ibrahim dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan musyawarah cabang NU Abdya ini menyebutkan, NU merupakan salah satu organisasi yang sukses mengembangkan dakwah dari pelosok desa hingga ke nasional.

“NU adalah sebagai kendaraan untuk mendukung program pemerintah, maka fokusnya adalah dakwah untuk mempersatukan ummat islam,”katanya

Menururnya, NU bukan ajaran baru. Namun Nu merupakan organisasi islam yang memberi ukwah, dan mengindari konflik perpicahan yang bisa memicahkan umat apalagi membuat konflik antar sesama. “NU ini adalah prodak,”sambungnya.

Nahdatul Ulama diharapkan agar bisa memperbaiki kurikulum Ponpes agar santri bisa kembali semangatnya untuk mengaji. “Sayang kita liat sekarang pesantren banyak yang kosong santrinya. Oleh sebab itu, saya sebagai Bupati sangat mendukung pesantre kita bangun dan kembali maju,”ujarnya. (mag-80)

Foto: Ustad Fadhil Rahmi saat sambutan Konfercab NU di Kabupaten Abdya ke 4, Sabtu (23/11) (rahmat)