Ketua KPA Meurehom Daya, Tengku Saifuddin, menyerahkan surat keputusan kepada Pang Muda, di Kantor DPW PA Aceh Jaya, Minggu (24/11). Rakyat Aceh/Hendra Sayeung

CALANG (RA) – Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Meurehom Daya, memperkuat barisan walaupun berasal dari berbagai Partai Politik berbeda. Mereka merupakan mantan Komatan GAM di Kantor DPW PA Aceh Jaya, Minggu (24/11).

Sebagaimana dikatakan Ketua KPA Meurehom Daya, Tgk Saifuddin, yang kerap disapa Pang Say, dengan berkumpulnya seluruh eks kombatan GAM kini beralih KPA setelah damai MoU Helsinki yang sebelumnya telah terkotak-kotak.

“Maka kita bertujuan dengan adanya duduk bersama seperti saat ini untuk memperkuat kembali kekompakan sesama eks kombatan GAM maupun pasukan Inong Bale,” jelasnya.

Lajutnya, baik yang telah tergabung di Partai Aceh, Partai PNA dan Partai lainnya. “Dengan tujuan kita tidak membeda-bedakan tentu kami di sini telah dari rahim yang sama dan sewajarnya kita harus bersatu padu kembali tampa adanya perpecahan dikalangan sendiri.

Persatuan merupakan tonggak utama ditubuh KPA dengan mematuhi setiap intruksi komando pusat,” Katanya

Namun demikian dengan adanya duduk bersama dan akan menyusun kembali struktur baru dalam beberapa waktu kedepan, untuk memperhatikan kesejahteraan suluruh kombatan GAM untuk meninggkatkan perekonomian yang memang masih banyak membutuhkan bantuan Pemerintah.

“Sesuai dengan kemampuan skil masing-masing dan akan kami sampaikan hal tersebut kepada Pemerintah Daerah,” ujar Pang Sai

Selain diadakan musyawarah bersama hari ini, juga sekaligus penyerahan SK kepada ke empat Pang Daerah I,II,III dan IV, tentu dengan harapan kedepan organisasi akan terus berjalan dalam mengayomi seluruh Kombatan dan keluarga eks GAM, sehingga terus berjalanya roda organisasi di setiap Daerah dalam Kabupaten Aceh Jaya,

Sementara Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri S, hadir pada kegiatan tersebut mengungkapkan, dengan adanya kegiatan tersebut yang hadir dari berbagai kalangan politik sehingga tidak ada lagi kelompok-kelompok dan yang harus dipikirkan bersama adalah berkesinambungan perjuangan dalam organisasi KPA dalam satu wadah.
“Semoga kita kembali kuat dan jaya,” harapnya. (say/adi)