Jembatan Roboh, Satu Kecamatan Panik

Roboh jembatan penghubung menuju Kecamatan Pante Cereumen, di Desa Pelimungan, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Rakyat Aceh/Denni.

MEULABOH (RA) – Setelah jembatan penghubung Ulee Raket Kaway XVI – Pente Cereumen putus, kini giliran jembatan alternatif Pelimungan – Pante Cereumen yang amblas. Lengkap sudah penderitaan masyarakat satu kecamatan usai infrastruktur akses utama mereka putus.

Namun kondisi ini tak berlangsung lama, lantaran Kadis PUPR Aceh Barat, Riflizar, SE, mengaku membangun secara darurat jembatan Pelimungan dengan menggunakan material batang kelapa.

“Kejadiannnya Minggu (24/11) malam, saat kami mulai ditangani jembatan darurat menggunakan batang kelapa,” ucapnya, Senin (25/11).

Dengan kondisi jalan darurat berbahan kelapa, Riflizar mengaku optimis akses alternatif Meulaboh – Pante Cereumen dapat kembali normal.

“Mungkin petang Senin (25/11) ini sudah kelar pembangunan jembatan daruratnya,” katanya.

Jembatan darurat bermaterial batang kelapa hanya sebatas jembatan sementara, yang dinilai sangat kokoh untuk dilalui kendaraan berbobot berat.

“Ini Jembatan hanya untuk darurat saja, sebelum jembatan permanen dibangun,” jelasnya.
Karena instansi PUPR akan menaikkan rencana kegiatan pembangunan jembatan ulang secara permanen melalui dana pemerintah. Tidak mungkin ditunggu anggaran murni, sedangkan masyarakat membutuhkan jalan agar dapat menjualkan hasil-hasil komoditas mereka.

Ia mengaku prihatin, lantaran mayoritas masyarakat Kecamatan Pante Cereumen bermata pencarian petani, sehingga rutin membawa hasil panen mereka menuju Meulaboh untuk dipasarkan.

Meskipun kedua jembatan utama roboh, namun tetap ada jalan alternatif melalui jembatan gantung Pasi Meugat – Meunasah Rambot, yang hanya dapat dilakukan dengan kendaraan roda dua dan roda empat, berdaya beban ringan.

“Mudah-mudahan, dengan jembatan darurat batang kelapa akses Meulaboh – Pante Cereumen kembali dapat lancar,” demikian Riflizar.(den/adi)