Polisi Tetapkan Wali Murid Penganiaya Guru Jadi Tersangka

Foto Kapolsek Sultan Daulat, AKP Dodi

Pelaku Lakukan Laporan Tandingan

SUBULUSSALAM (RA) – Penyidik Polsek Sultan Daulat, Kota Subulussalam akhirnya menetapkan Siti Nurhaliza (38) sebagai tersangka terduga penganiaya Rahmah, Ama. Pd, seorang guru kontrak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jambi Baru, Kecamatan Sultan Daulat.

Tersangka Siti Nurhaliza adalah seorang wali murid SDN Jambi Baru yang diduga melakukan Penganiayaan terhadap Rahmah, Rabu (20/11) atau lima hari sebelum Peringatan Hari Guru Nasional di depan pintu pagar SDN Jambi Baru.

Kapolsek Sultan Daulat, AKP Dodi kepada Rakyat Aceh, Senin malam (25/11), menjelaskan penetapan SN sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan dalam pemeriksaan tersebut tersangka membenarkan melakukan penganiayaan terhadap Rahmah lantaran permasalahan anaknya di sekolah tak kunjung diselesaikan.

Dari hasil Visum et repertum terhadap korban ditemukan lembam kening dibagian samping kiri, luka lembam di lengan bagian kiri ditubuh korban. Selain itu, jilbab korban juga terlihat robek yang kini sudah diamankan pihaknya.

Menurut pengakuan tersangka, kata Dodi, tindakannya tersebut spontan ia lakukan lantaran penyelesaian anaknya yang duduk di kelas III di SD tersebut tak kunjung diselesaikan oleh pihak sekolah. Dimana pada bulan Oktober lalu, tersangka menuding anaknya di cubit oleh korban sehingga mengalami biru dibagian lengan tangan.

Pada waktu itu, tersangka meminta pihak sekolah untuk memberi makan siswa satu ruangan kelas sebagai pesejuk anaknya yang mengaku trauma ” permintaan tersangka tidak dikabulkan pihak sekolah, lantaran korban mengaku tidak pernah melakukan pencubitan terhadap anak tersangka ” kata AKP Dodi.

Merasa tidak digubris, tersangka langsung mendatangi korban yang pada waktu itu sedang berada didepan pintu pagar sekolah untuk menanyakan penyelesaian anaknya tersebut.

Baca Juga...  Oloan Tua Partampuan Resmi jadi Kuasa Hukum UGP

Saat tersangka menyambangi dan menanyakan hal itu, korban menjawab bahwa urusan itu sudah ditangani Kepala Sekolah. Mendapat jawaban tersebut, tersangka langsung mencubit lengan korban dan melayangkan tangan ke arah pipi serta menarik jilbab korban ” setelah kejadian itu, korban langsung membuat laporan ke Polsek ” ujar AKP Dodi.

Terkait kasus tersebut, AKP Dodi mengatakan tersangka dikenakan pasal 351 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Meski demikian, kepolisian tidak melakukan penahanan tersangka hanya wajib lapor seminggu 3 kali.

“kalau nanti wajib lapor juga tidak kooperatif, tersangka akan kami tahan,” sebut Dodi.

Tersangka Buat Laporan Tandingan
Sementara, tersangka Siti Nurhaliza kepada wartawan usai di BAP penyidik membenarkan kedatangannya ke Polsek untuk membuat laporan terhadap Rahmah, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya.

Siti Nurhaliza membenarkan perlakuannya terhadap Rahmah yang sengaja mendatangi di depan pintu pagar sekolah. Siti Nurhaliza mengatakan awalnya ia hanya ingin menanyakan penyelesaian masalah anaknya di sekolah tapi korban menjawab sudah ditangani kepala sekolah.

Mendapat jawaban itu, kata Siti Nurhaliza spontan ia ingin membalaskan rasa sakit anaknya saat dicubit kepada korban. Siti Nurhaliza mengaku mendapat kata kasar saat ia mencubit korban dengan sebutan nama hewan sehingga ia langsung marah dan menarik jilbab korban.

“Kalau mencubit dan menarik jilbab korban saya akui, tapi kalau dibilang menampar saya kurang ingat entah saya tampar entah enggak. Masa saya dibilang anjing, saya tariklah jilbabnya. Saya ini sudah ibu-ibu dan lebih tua dari dia, ” kata Siti Nurhaliza.

Karena urusannya sudah panjang, Siti Nurhaliza mengaku juga membuat laporan ke Polisi atas penganiayaan terhadap anaknya yang diduga dilakukan korban. “anak saya sampai biru tangannya dicubit Rahmah. Saya juga buat laporan,” pungkasnya. (lim/adi)

Baca Juga...  Oloan Tua Partampuan Resmi jadi Kuasa Hukum UGP