Persiraja Diarak Keliling Kota

Pemain dan official Persiraja Banda Aceh di arak keliling kota usai tiba di Aceh, Kamis (28/11). ARIFUL AZMI USMAN/RAKYAT ACEH

Sukses Promosi ke Liga 1
BANDA ACEH (RA) – Finish sebagai peringkat IIII Liga 2 tahun 2019 sekaligus menyegel tiket promosi ke Liga 1 musim 2020, skuat Persiraja kembali tiba di Banda Aceh, Kamis sore (28/11).

Kepulangan para pahlawan olahraga khususnya sepakbola ini begitu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Aceh, terutama pendukung setia. Atas apa yang mereka persembahkan, para pemain dan unsur tim yang terlibat, sejak dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), mereka diarak keliling kota Banda Aceh menggunakan truk terbuka.

Selain itu, di dalam Stadion H Dimurthala juga ada panggung utama. Setibanya di Lampineung, para pemain dan unsur tim disambut dengan bentangan karpet merah, dari pintu utama VIP stadion hingga ke panggung utama.

Selain para suporter dalam hal ini (SKULL), tampak masyarakat cukup antusias. Menyambut pahlawan sepakbola dengan sorak-sorai dari pinggir jalan, juga saat tiba di stadion.

Atas sambutan yang luar biasa, Kapten Persiraja, Mukhlis Nakata merasa tersanjung. Ia mewakili seluruh rekan-rekan berterimakasih kepada pecinta Laskar Rencong.

Pencapaian ini, tidak terlepas dari pada doa dan dukungan masyarakat Aceh. Berkat itu semua, katanya, cita-cita kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia, akhirnya terwujud.

“Terimakasih banyak masyarakat Aceh. Dukungan dan doa dari semuanyalah yang akhirnya membawa kita bisa promosi ke Liga 1. Tetaplah mendukung Persiraja, baik saat menang ataupun kalah, gemilang maupun terpuruk. Karena Persiraja adalah milik seluruh rakyat Aceh,” tutur Mukhlis Nakata, Kamis (28/11).

Meriah dalam Ketertiban
Suasana konvoi berlangsung meriah. Sedari ashar, para suporter SKULL memadati Bandara SIM. Ada yang datang menggunakan mobil truk terbuka, pun banyak dengan kendaraan bermotor.

Mereka menunjukkan militansi dan rasa cinta terhadap Persiraja. Namun tetap taat aturan. Sebelum masuk ke bandara, sebagaimana masyarakat umumnya, para suporter tetap memenuhi kewajibannya dengan membayar e-parking.

“Kita menyebut para pahlawan. Mereka telah berjuang mengembalikan Persiraja ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Tidak hanya Persiraja, tetapi Marwah sepakbola Aceh secara umum,” kata salah seorang peserta, Jamal. (icm/min)