Sekda Ajak Alumni Kedokteran Unsyiah Ikut Bangun Aceh

Banda Aceh (Ra)-  Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes mengajak seluruh pengurus Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah (IAKU) ikut berperan dalam pembangunan Aceh, khususnya untuk pembangunan generasi muda Aceh saat ini.

“Kita ingin generasi Aceh menjadi generasi yang tangguh, cakap, dan siap berkompetisi dalam berbagai bidang, tentunya dengan landasan iman dan taqwa,” ujar Taqwallah saat menghadiri acara silaturrahmi Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah (IAKU) dan pelantikan pengurus IAKU kabupaten/kota, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu, (30/11) malam.

Taqwallah mengatakan, generasi muda Aceh harus melakukan perubahan pola pikir, sikap, paradigma, mental dan karakter dalam menghadapi berbagai dinamika baik nasional maupun internasional.

“Karena itu, kami mengharapkan agar IAKU dapat terus meningkatkan kepekaan dan kontribusinya dalam menghadapi persoalan sosial kemasyarakatan di daerah kita, dan dalam upaya mendukung pembangunan di segala bidang yang sedang kita laksanakan,” kata Taqwallah.

Sekda Aceh mengharapkan, dengan dilantiknya pengurus IAKU seluruh kabupaten/kota pada malam itu, peran para alumni dalam mengabdikan diri kepada masyarakat dapat semakin kuat.

“Di samping itu, eksistensi cabang IAKU di daerah kiranya dapat mendorong peningkatan kerjasama antar alumni dan pihak lainnya, baik di bidang pendidikan maupun dunia kerja,” tutur Taqwallah.

Dalam kesempatan itu, mantan alumni kedokteran Unsyiah angkatan 83 tersebut juga berterimakasih kepada seluruh dosen di Fakultas Kedokteran Unsyiah. Menurutnya, peran para dosen tersebut telah menjadikan Fakultas Kedokteran Unsyiah menjadi salah satu Fakultas Kedokteran terbaik saat ini.

“Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada para pemrakarsa dan seluruh panitia yang telah bersusah payah sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Sekda.

Sementara itu, Ketua IAKU Aceh, dr. Nasrul mengatakan, saat ini 3.000 lebih anggota IAKU telah bertugas hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di pedalaman Papua.

Di usia ke 25 tahun, kata Nasrul, IAKU telah menetapkan beberapa arah organisasi. Di antaranya, memperkuat eksistensi organisasi dengan cara memperluas cabang kepengurusan IAKU di seluruh kabupaten/kota, bahkan rencananya di seluruh Indonesia. Kemudian, IAKU juga membantu para anggotanya untuk mencapai pendidikan setinggi-tingginya.

“Ketiga, IAKU terus berbakti kepada masyarakat dan almamater. Hal-hal tersebut merupakan arah jangka panjang IAKU, untuk mencapai itu tentu butuh kerja keras seluruh anggota,” kata Nasrul.

Adapun Ketua IAKU kabupaten/kota yang dilantik, antara lain, dr. Munawar IAKU Pidie, dr. Lizayani IAKU Pidie Jaya, dr. Lea Darman S. Husen IAKU Aceh Besar, dr. Karib IAKU Banda Aceh, dr. Minar Mushari IAKU Bireuen, dr. Ilhami Surya Akbar IAKU Lhokseumawe, dr. Weldi Junaidi IAKU Aceh Utara, dr. Abdul Razak IAKU Bener Meriah, dr. Khirul Anwar IAKU Aceh Tengah.

Kemudian, dr. Junaidi IAKU Aceh Timur, dr. Erik Arrahman IAKU Kota Langsa, dr. Rahmat Syahputra IAKU Aceh Tamiang, dr. Abdurrahman IAKU Gayo Lues- Agara, dr. Saripin Usman Kombih IAKU Singkil-Subulussalam, dr. Syahmahdi IAKU Aceh Selatan, dr. Adi Arulan Muda IAKU Abdya, dr. Suhada IAKU Aceh Barat, dr. Afifuddin IAKU Aceh Jaya dan dr. Asrinuddin IAKU Simeulue/lizza