Komunitas Pijay Gleh Bersihkan Kota Ule Gle

Anggota komunitas 'Pijay Gleh' menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di pusat Kota Ule Gle, Bandar Dua, Pidie Jaya, Minggu, (1/12), Rakyat Aceh/Amrizal Arnida.

MEUREUDU (RA)– Dalam rangka mencegah wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), komunitas ‘Pijay Gleh’ melakukan aksi bersih lingkungan untuk memberantas sarang nyamuk aides egypti, sekaligus sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat di pasar Ule Gle, Bandar Dua, Minggu, (1/12).

Aksi bersih-bersih lingkungan dimaksud meliputi membersihkan rumput liar, membersihkan genangan air, saluran air atau got yang tersumbat, membersihkan sampah yang diduga sebagai tempat bersarangnya nyamuk penyebab DBD dan menguburkan sampah.

Ketua komunitas Pijay Gleh, Fazli Husin disela-sela kegiatan mengatakan, aksi bersih mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD di wilayah tersebut merupakan termasuk tertinggi di Kecamatan Bandar Dua.

“Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit DBD di Pidie Jaya, upaya yang kami lakukan adalah bersama-sama bergotong royong membersihkan lingkungan membasmi jentik sebagai bentuk perlindungan nyamuk dari faktor penyakit DBD,” ungkap Fazli.

Fazli menjelaskan, akibat serangan nyamuk Aides Egypti penyebab DBD, banyak warga yang terkena musibah, karena itu pihaknya sangat peduli dan mengajak masyarakat Kabupaten setempat umumnya dan Kecamatan Bandar Dua khususnya agar bisa memperhatikan lingkungannya.

“Kami meminta kepada masyarakat Kabupaten Pidie Jaya agar selalu memperhatikan lingkungannya, untuk mencegah penyakit DBD, ya kalau lingkungannya bersih siapa lagi yang sehat dan bangga,” ungkap Fazli.

Sementara salah seorang tokoh muda, yang ikut menggelar sosialisasi tersebut, Marzuki, SH yang biasa disapa Cek Ki, mengatakan, komunitas Pijay Gleh tersebut murni kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, tidak ada unsur lain selain hanya untuk lingkungan.

“Komunitas Pijay Gleh disaat mau aksi patungan dana dari semua relawan yang bergabung dalam komunitas demi terlaksana kegiatan rutinitas setiap dua mingguan, mudah-mudahan kedepan masyarakat Pidie Jaya umum nya, dan khususnya Bandar Dua, untuk lebih cerdas dalam membuang sampah, apalagi sampah yang selama ini terbuang sia-sia juga bernilai ekonomis yang sangat tinggi,” ungkap Cek Ki.

Sementara Kepala Markas PMI Pidie Jaya, Samsul Bahri, SE, kepada Rakyat Aceh mengatakan, dengan kita menjaga kebersihan lingkungan juga lebih efektif untuk mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut.

Dikatakan Samsul, aksi tersebut tidak hanya membersihkan selokan dan Lingkungan, pihaknya juga ikut memperingati hari Aids sedunia sekaligus juga melakukan sosialisasi Donor Darah terhadap warga Bandar Dua.

“Kami sangat senang melihat aksi nyata yang dilakukan oleh komunitas Pijay Gleeh, apa lagi dengan kita bergandengan tangan dengan semua OKP, Organisasi yang ada di Pidie Jaya, demi terwujudnya Pidie Jaya yang bersih dan bebas dari DBD,” ujar Samsul.

Secara terpisah Muhammad Yasir Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pidie Jaya juga sangat mendukung kegiatan yang sangat mulia tersebut, pasalnya langsung kerja nyata, insha allah kami akan selalu mendukung dan terlibat langsung apa yang dilakukan oleh komunitas Pijay Gleeh, mudah-mudahan ini jadi agenda rutinitas kita bersama.

Pantauan di lokasi, turut ikut partisipasi masyarakat Gampong Ulee Gle, MRI, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, dan Muspika Kecamatan Bandar Dua. (amz/slm)