KKB Ditembak Polisi Ternyata Pimpinan Pasukan Peudeung

BARANG BUKTI : Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang didampingi Kasat Intelkam Iptu Ridwan memperlihatkan barang bukti dari tersangka Raman Teuntran yang berhasil dilumpuhkan hingga tewas, dalam konferensi pers Selasa (3/12). ARMIADI/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Abdul Rahman (30) yang tewas ditembak tim gabungan Polda Aceh, Polres Lhokseumawe dan Brimob, ternyata pimpinan pasukan peudeung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Kepada anggota Abdul Rahman akrab disapa ‘Raman Peudeung’ dan ‘Raman Teuntra’ diharapkan untuk menyerahkan dirinya kepada kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang didampingi Kasat Intelkam Iptu Ridwan, mengatakan, penangkapan dan penembakan terhadap Raman Peudeung yang juga kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hasil penyelidikan pihaknya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat, pada tiang bendera SDN 17 Sawang, telah dikibarkan bendera berlambang alam peudeung warna hijau dan bertulisan arab ditengahnya. Bahkan, pada tiang bendera itu juga dipasang alat diduga menyerupai bahan peledak.

Setelah mendapatkan informasi itu personil Polsek Sawang, menuju ke SDN tersebut untuk mengecek kebenaran informasi dimaksud. Ternyata benar apa yang telah disampaikan oleh masyarakat tersebut. Kemudian, anggota Polsek mengamankan bendera serta benda yang diduga bahan peledak kepada Polsek Sawang untuk dilakukan penyelidikan.

Sebut Kasat Reskrim kepada awak media dalam konferensi kemarin, pada hari Senin (25/11) sekira pukul 21.00 WIB, telah terjadi pembakaran SDN 17 Sawang, yakni pembakaran pintu fasilitas sekolah. Setelah melakukan pembakaran itu, pelaku memposting video pembakaran SDN 17 Sawang di akun facebook Armada aceh aceh.

Kronologis penangkapan tersangka hingga terpaksa dilumpuhkan, pada 25 November 2019, pasca tejadinya pembakaran tersebut, Kapolda Aceh membentuk tim gabungan terdiri dari Polda Aceh, Sat Brimob Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

Tim menindak lanjuti informasi dari masyarakat dikibarkan bendera berlambang alam peudeung warna hijau dan bertulisan arab ditengahnya. Bahkan, pada tiang bendera itu juga dipasang alat diduga menyerupai bahan peledak (BOM),

Pada Minggu (1/12), pukul 17.00 WIB, tim bergerak menuju ke Gampong Punteuet, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Setiba dilokasi pada pukul 18.30 WIB, anggota langsung menempati titik diperkirakan dilewati pelaku. Kemudian pada pukul 21.20 WIB, anggota berhasil memantau pelaku secara visual sedang berjalan kaki dengan bersenjata api lengkap,memakai rompi dan benda bulat diduga bahan peledak.

Saat disergap pelaku berusaha memberikan perlawanan dengan menembak beberapa kali ke arah anggota. Kemudian, tim membalas tembakan pelaku dan berhasil melumpuhkan pelaku hingga tewas di tempat. Tembakan mengenai dada kiri dan perut kanan korban hingga tewas dilokasi kejadian.

Lanjut dia, setelah personil Jibom Den B Brimob Jeulekat Polda Aceh, melakukan sterilisasi tubuh pelaku yang diduga masih terdapat bahan peledak dan kemudian tim mengidentifikasi olah lokasi kejadian.

Kemudian, Senin kemarin, pukul 12.00 di Gampong Punteuet, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, tim melakukan oleh TKP di tempat persembunyian pelaku didahului tim Jibom, karena pelaku diduga menanam bom. Setelah olah TKP tim melakukan disposa Bom yang dilakukan oleh Jibomb di Mako Brimob Den B Jeulekat.

“Ditemukan 3 titik tempat yang diduga ditanamnya bahan peledak dari hasil disposal, yakni lokasi 1 pecehan semen, mancis dan 1 buah granat, lokasi 2, mancis, kabel, baterai dan anak heckter dan lokasi 3, mancis dan baterai di lokasi tempat bersembunyinya tersangka abdul Rahman,”ujarnya.

Selain itu, barang bukti diamankan, satu pucuk senjata api laras panjang rakitan, 1 buah granat manggis, 1 kotak bubuk musiu, 1 bendera alam peudeung warna hijau, 1 buah baterai kering sepeda motor warna hitam, 1 buah gulungan kabel dan 1 rompi. (arm/min)