Dana Desa harus Menyentuh kelompok Rentan

Aceh Timur(Ra) – Hakikat dana desa adalah untuk menunjang kegiatan gampong yang berkaitan dengan upaya menurunkan pengangguran dan menekan angka kemiskinan. Oleh karena itu, mulai dari perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan di lapangan, dana desa harus menyentuh masyarakat, terutama kelompok rentan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, saat memberikan pembekalan kepada para Keuchik se-Kabupaten Aceh Timur, pada acara Kunjungan Evaluasi Pengelolaan Dana Desa dan Gerakan Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH), yang dipusatkan di Idi Sport Center, Jum’at (6/12/2019).

“Dana desa harus menyentuh kepentingan orang banyak, terutama kelompok rentan, yaitu warga kurang mampu, lansia, kaum perempuan dan anak. Kelola dengan baik, fokuskan untuk pengembangan dan pembangunan kesejahteraan. Karena sejatinya dana desa dikucurkan untuk menghadirkan kesejahteraan, menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Sekda.

Dalam mengelola dana desa, Sekda mengimbau para keuchik dan seluruh aparatur gampong terkait agar selalu bersinergi saling menjaga kekompakan dan saling mengawasi, agar dana desa cair tepat waktu, tersalur secara merata kepada yang berhak.

“Penggunaan dana desa harus terpantau setiap saat. Bangun kerjasama dengan seluruh pemangku kebijakan, jaga kekompakan dan saling mengawasi sehingga akan meminimalisir penyelewengan. Dengan demikian, aparatur gampong akan nyaman bekerja karena terhindar dari jerat hukum,” sambung Sekda.

Taqwallah mengingatkan agar para keuchik selalu memastikan dana desa terdistribusi dengan memenuhi prinsip layak, patut, bermanfaat dan berkelanjutan serta memastikan dana desa 100 persen bergulir di desa.

“Pastikan dana desa bergulir 100 persen di desa. Untuk itu, keuchik harus terus berinovasi dalam mengelola dana desa agar secara perlahan mampu mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan,” imbau Sekda.

Dana Desa digulirkan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat. Untuk itu, Sekda, menginstruksikan para keuchik di seluruh Kabupaten Aceh Timur, untuk memaksimalkan penggunaan dana desa, sehingga cita-cita kemandirian gampong dan pemerataan pembangunan berjalan maksimal.

Sebagaimana diketahui, jumlah penduduk Aceh saat ini adalah sebanyak 5,2 juta jiwa. Yang tersebar pada 6.497 gampong, 289 kecamatan, 809 mukim di 23 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut sebesar 15,68 persen adalah masyarakat miskin dan 6,35 persen pengangguran.

“Para keuchik memiliki tugas berat dan mulia, yaitu memaksimalkan penggunaan dana desa. Sesuai dengan cita-citanya, dana ini bertujuan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Keuchik harus memastikan dana desa berputar di gampong, terutama untuk kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan manusia dan pemberdayaan ekonomi,” imbuh Sekda.

Sebelum memberikan pembekalan, Sekda Aceh didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh, Sekda Kabupaten Aceh Timur dan Kepala DPMG Aceh Timur meninjau SMA Darul Ihsan, Puskesmas Darul Ihsan, Polindes Gampong Seuneubok Aceh dan Kantor Camat Darul Ihsan.

Di beberapa lokasi tersebut, Sekda meninjau pelaksanaan Gerakan Bereh. Meski mengaku puas, namun Taqwallah mengimbau para kepala di masing-masing instansi tersebut, untuk tidak berhenti berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Zaman terus bergerak, kepuasan masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari kita juga berubah. Oleh karena itu, saya imbau bapak dan ibu agar jangan berhenti berinovasi.”

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengapresiasi kinerja para pendamping desa yang selama ini bekerja keras dalam membantu mempermudah kinerja aparatur desa.

“Pekerjaan para pendamping desa sangat mulia. Terus jalin kekompakan dengan seluruh keuchik, agar dana desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahun memberikan dampak positif bagi pembangunan desa, pemberdayaan ekonomi, sehingga secara mandiri desa dapat bangkit dan sejahtera,” imbuh Sekda.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib dalam sambutannya mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Aceh terkait evaluasi pemanfaatan dana desa.

“Materi yang disampaikan oleh Sekda Aceh harus mampu membangkitkan semangat kita untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Selama ini saya telah mengeluarkan kebijakan, bahwa dana desa tidak boleh keluar dari Aceh Timur, harus berputar di sini,” ujar pria yang akrab disapa Rocky itu.

Sedangkan Kepala DPMG Aceh Azhari, dalam sabutannya menjelaskan, sejak digulirkan pertama kali di tahun 2015, Aceh telah mendapatkan kucuran Dana Gampong sebesar 19,9 triliun.

“Sudah Rp19,9 triliun Dana Desa dikucurkan ke seluruh Aceh. Kita semua tentu berharap dana ini dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tugas para datok penghulu sangat berat, yaitu memastikan dana desa tepat rencana, tepat salur, tepat guna, demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Azhari.

Sebelum memberikan pembekalan, Sekda Aceh, didampingi Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh, Sekda Aceh Timur, mendengarkan pemaparan singkat tentang pemanfaatan Dana Gampong, yang disampaikan oleh Keuchik Gampong Suka Makmur Kecamatan Indra Makmur dan Keuchik Gampong Keude Bagok Dua Kecamatan Nurussalam.

Azhari, juga mengapresiasi kemampuan para keuchik yang sangat baik dalam menyampaikan presentasi. “Jika cara presentasinya sudah sangat bagus seperti tadi, kami yakin, pengelolaan dana gampong juga akan baik pula,” imbuh Azhari.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Aceh itu mengungkapkan, di tahun 2018, sudah ada 18 desa mandiri di Aceh, yang salah satunya berada Aceh Timur, yaitu Gampong Keude Bireum.

“Insya Allah, dengan kebersamaan dan kekompakan, saya yakin dan optimis, tahun depan akan menyusul lagi beberapa gampong mandiri di Aceh Timur. Mari bersepakat, usai pertemuan ini seluruh gampong berkomitmen menyelesaikan APBDes di bulan Desember ini, agar penyaluran dana desa tahun 2020 tepat waktu. Dengan demikian, masyarakat akan cepat pula merasakan manfaat dana desa, dan meminimalisir Silpa,” imbau Azhari.